Warga Jakarta Pusat itu mengonsumsi tablet klorokuin yang dibeli pemerintah untuk dikonsumsi pasien positif COVID-19.

Ada kabar gembira terkait obat Klorokuin yang diborong Presiden Jokowi. Seorang pasien positif terinfeksi COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, menunjukan kondisi kesehatan yang lebih baik usai mengonsumsi "klorokuin".

"Sejak saya dirawat di ruang isolasi pada Rabu (18/3), proses pengobatan saya salah satunya dengan klorokuin. Kira-kira Rabu (25/3) itu sudah dihentikan klorokuin, sekarang cuma dikasih vitamin aja," kata pasien pria berinisial RS yang dihubungi Antara melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (27/3) sore.

Warga Jakarta Pusat itu mengonsumsi tablet klorokuin yang dibeli pemerintah untuk dikonsumsi pasien positif COVID-19.

Menurut RS setiap hari dokter memberikan klorokuin dengan dosis tertentu kepada pasien.

"Pertama masuk rumah sakit, saya diberi satu tablet sekitar 150 miligram. Per hari bisa 600 miligram lebih dosisnya yang saya konsumsi," katanya.

Selain mengonsumsi klorokuin, RS juga rutin diberikan asupan vitamin dan obat-obatan antibiotik selama proses penyembuhan.

RS mengatakan sejak Sabtu (21/3) dokter sudah mencabut selang infus.

Lalu pada Selasa (23/3) tim medis mengambil sampel cairan tenggorokan (swab) kedua.

"Swab kedua ini belum tahu hasilnya apa. Hari ini saya dites torax, kalau hasilnya negatif, dokter bilang saya bisa pulang," katanya.

Pengambilan sampel cairan tenggorokan hari ini adalah yang kali ketiga, setelah swab pertama yang diambil pada Minggu (15/3) hasilnya positif COVID-19.

"Ini kan swab yang ketiga. Saat ini saya sudah merasa sehat banget. Tapi dokter harus yakin betul saya sembuh," katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah menyediakan 3 juta unit obat klorokuin yang dapat digunakan untuk penanganan pasien positif virus corona. Presiden Joko Widodo menjelaskan, obat tersebut telah banyak digunakan oleh sejumlah negara dan menunjukkan hasil yang positif pada pasien Covid-19. 

"Di beberapa negara, klorokuin digunakan, banyak pasien covid-19 sembuh dan membaik kondisinya," kata dia di Wisma Atlet Kemayoran yang kini menjadi Rumah Sakit Darurat Corona, Jakarta, Senin (23/3).

Meski demikian, Jokowi menegaskan, klorokuin bukan obat bebas sehingga pengguna harus memiliki resep dokter. Obat tersebut juga bukan merupakan antivirus corona.

"Ini bukan obat utama, tetapi obat lapisan kedua, karena obat covid-19 belum ditemukan," ujar dia.