PT Kereta Api Indonesia akan mengurangi sebanyak 112 perjalanan KA

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mengurangi sebanyak 112 perjalanan KA mulai 26 Maret 2020 secara bertahap, calon penumpang yang telah melakukan pembelian diminta memperhatikan tiket masing-masing. VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan mengatakan pemesanan tiket KA menjelang Lebaran 2020 dikembalikan menjadi H-30, dari yang sebelumnya H-90.

"Pemegang tiket harap terus mengaktifkan nomor ponselnya karena akan dihubungi oleh contact center KAI terkait dengan informasi pembatalan dan pengalihan jadwal perjalanannya," kata Yuskal dalam siaran pers.

Pihaknya menuturkan dalam hal penumpang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, KAI tidak akan mengenakan penambahan bea apapun. Sebaliknya, jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan bea pengembalian di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

Namun, lanjutnya, jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke KA lain dan memilih untuk membatalkan perjalanannya, maka dapat melakukan pengembalian bea (refund) tiket secara penuh 100 persen di luar bea pesan secara tunai di stasiun keberangkatan atau stasiun lain.

Yuskal menambahkan bagi penumpang yang telah memiliki tiket pada perjalanan KA selama periode 23 Maret hingga 29 Mei 2020 juga dapat mengajukan pengembalian bea (refund) tiket secara penuh 100 persen di luar bea pesan.

Proses pembatalan dapat dilakukan di loket stasiun pembatalan yang di tentukan dan aplikasi KAI Access terbaru. "Semoga kebijakan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, agar penyebaran virus corona melalui kereta api dapat dicegah,” ujarnya.