Kebijakan refocusing akan diberlakukan mulai 1 April 2020

Berbagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengatasi gejolak ekonomi pada daerah di tengah perubahan-perubahan yang dapat terjadi sebagai dampak dari pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini melanda, terus dilakukan dan dipantau oleh pemprov.

Hal tersebut diungkapkan Fery Insani selaku Kepala Bappeda Prov. Kepulauan Babel usai kegiatan vicon Gubernur Erzaldi Rosman dan Wagub Abdul Fatah dengan jajaran kepala organisasi perangkat daerah pada hari ini, Jumat (28/03/20). 

Kepala Bappeda Fery Insani menjelaskan selain fokus pada upaya pencegahan dan mitigasi penanggulangan bencana wabah, upaya untuk mengatasi gejolak ekonomi khususnya di daerah  melalui kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran sesuai Inpres No. 4 Tahun 2020. 

“Ada beberapa hal kebijakan, termasuk juga hal-hal teknis, pertama kebijakan soal penanganan wabah Covid-19 itu sudah kita rampungkan kemarin dengan tim banggar sebesar 27 miliar rupiah untuk pembiayaan belanja kesehatan dan kegiatan mitigasi Tim Gugus Covid-19, kedua pembahasan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran dan ketiga evaluasi terhadap struktur pendapatan daerah,“ ungkapnya.

Dijelaskan Kepala Bappeda Fery Insani, kebijakan refocusing anggaran yang diambil pemprov adalah untuk meninjau kembali belanja pemerintah yang telah dianggarkan untuk difokuskan pada belanja publik guna menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. 

“Terkait dengan kebijakan refocusing ini, kebijakan belanja modal pemerintah yang dianggap tidak prioritas dan tidak relevan direalokasikan kepada kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat,“ ungkapnya.

Adapun beberapa mata anggaran belanja pemerintah dievaluasi pada pertemuan pagi itu, diantaranya evaluasi terhadap belanja langsung dan belanja modal pada setiap OPD seperti halnya belanja makan minum rapat, belanja kendaraan, anggaran belanja infrastuktur pembangunan gedung, dan beberapa anggaran lainnya juga dievaluasi.

Lebih jauh Kepala Bappeda Fery Insani menjelaskan kebijakan refocusing dan realokasi anggaran yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik dari kemungkinan–kemungkinan perubahan yang bisa terjadi dari kondisi saat ini.  

Seperti arahan Gubernur Erzaldi Rosman, diungkapkan ada beberapa sektor yang perlu mendapatkan penguatan di tengah kondisi tekanan ekonomi saat ini seperti penguatan pada sektor pertanian, sector UMKM, ketenagakerjaan, dan sektor lainnya. 

“Sebagai contoh adalah UMKM, di mana kondisi saat ini bagaimana pemprov berusaha tetap  menjaga ketahanan sektor UMKM, memberikan stimulus kepada sektor yang pada karya agar masyarakat memiliki pendapatan,” ungkapnya.

Kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi anggaran ini diungkapkan Kepala Bappeda Fery Insani akan diberlakukan mulai 1 April 2020 sesuai instruksi dari Gubernur Erzaldi Rosman kepada seluruh SKPD.

“Maka, permintaan gubernur sesuai dengan Inpres No. 4 Tahun 2020 kebijakan refocusing kegiatan dan realokasi untuk belanja modal per 1 april 2020 disuspend (red: tunda) dahulu sehingga pemerintah punya waktu untuk memilih dan memilah mana-mana saja program yang harus menjadi prioritas,” ungkapnya.