Penutupan sementara berlaku dua pekan mulai 23 Maret sampai 5 April 2020

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat melakukan pemantauan terhadap operasional usaha hiburan dan rekreasi di delapan wilayah kecamatan.

Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat, mengungkapkan dari hasil monitoring jajarannya, sampai saat ini tempat usaha hiburan yang telah ditutup sementara tidak ada yang beroperasi lagi. Pihaknya masih terus melakukan penutupan. “Masih, besok juga. Setelah ditutup, kita cek lagi. Penutupan sementara berlaku sampai 5 April nanti,” jelas Tamo, Jumat (27/3).

Ia mengungkapkan, saat pihaknya sampai di lokasi tempat hiburan ternyata banyak yang sudah tutup. “Kita ke tempatnya sudah tutup, terutama diskotik dan karaoke. Jadi, belum kita imbau sudah tutup duluan. Katanya sepi tidak ada pengunjung. Seperti diskotek di Tamansari, kita datang banyak yang sudah tutup. Mereka buka juga nggak ada yang datang,” katanya.

Lebih lanjut Tamo menjelaskan, penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi berlaku dua pekan mulai 23 Maret sampai 5 April 2020. Kegiatan usaha yang wajib tutup di antaranya, klab malam, diskotek, pub/musik hidup, karaoke, bar, griya pijat, spa, bioskop, bola sodok, mandi uap, seluncur, gelanggang rekreasi olahraga, dan arena permainan ketangkasan.

Ia menambahkan kebijakan tersebut sesuai Surat Edaran (SE) nomor 160 tahun 2020 tentang penutupan sementara kegiatan operasional industri pariwisata dalam upaya kewaspadaan terhadap penularan infeksi Corona Virus Disease 19 (COVID-19). Tindaklanjut Ingub nomor 16 tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi COVID-19.

Pemilik/pengelola tempat hiburan juga diminta melakukan pembersihan lingkungan dan lokasi usahanya serta penyemprotan disinfektan. Penyelenggara kegiatan seperti Industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE), ballroom hotel dan balai pertemuan juga diminta menunda penyelenggaraan even.