Para Dirut BUMN juga diminta untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh Rumah Sakit BUMN.

Seluruh rumah sakit (RS) perusahaan BUMN diperintahkan untuk menangani dan meningkatkan layanan kesehatan terkait virus corona. Peningkatan kapasitas tersebut tertuang dalam surat Kementerian BUMN tertanggal Jumat (27/3/2020) dan ditujukan kepada 28 Direktur Utama Perusahaan BUMN yang memiliki RS di Indonesia.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Wakil Menteri BUMN Budi G Sadikin dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo itu disebutkan, saat ini terdapat dua zona terjangkit yang perlu ditingkatkan pelayanannya. 

Zona 1 meliputi DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sedangkan zona 2 meliputi Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Bali, Papua, dan Sumatera Utara.

Terkait hal tersebut, Kementerian BUMN meminta seluruh RS milik perusahaan BUMN meningkatkan kapasitas ruang rawat bagi COVID-19 dengan melakukan alih fungsi sebagai berikut : 

A. Rumah Sakit BUMN (jumlah tempat tidur minimal 80 bed & memiliki fasilitas ICU) yang berada di Zona 1:

  • Menambah kapasitas ruang rawat inap untuk COVID-19 dengan mengkonversi minimal 50% dari total kapasitas tempat tidur yang dimiliki.
  • Menambah kapasitas ICU sebanyak 25% dari kapasitas tempat tidur yang dikonversikan untuk ruang rawat COVID-19.

B. Rumah Sakit BUMN (jumlah tempat tidur minimal 80 bed & memiliki fasilitas ICU) yang berada di Zona 2.

  • Menambah kapasitas ruang rawat inap untuk COVID-19 dengan mengkonversi minimal 50% dari total kapasitas tempat tidur yang dimiliki.
  • Menambah kapasitas ICU sebanyak 10% dari kapasitas tempat tidur yang dikonversikan untuk ruang rawat COVID-19.

Para Dirut BUMN juga diminta untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh Rumah Sakit BUMN terkait proses alih fungsi tersebut.

Selanjutnya, Kementerian BUMN juga menugaskan seluruh Direktur/Kepala Rumah Sakit BUMN untuk melakukan koordinasi dengan Indonesia Healthcare Corporation (IHC), sebagai Holding Rumah Sakit BUMN.

Adapun koordinasi tersebut meliputi, update data jumlah kasus COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit BUMN, ketersedian kapasitas kamar penangana COVID-19, kebutuhan logistik penanganan COVID-19, serta sistem jaringan rujukan antara Rumah Sakit BUMN.