Sebelumnya ventilator corona harus dibeli dengan harga mencapai Rp 500 juta hingga Rp 700 juta

Kabar baik datang dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, pengadaan ventilator corona yang selama ini harus diimpor dengan harga selangit, kini sudah tidak perlu lagi. Jika sebelumnya ventilator corona harus dibeli dengan harga mencapai Rp 500 juta hingga Rp 700 juta, sekarang cukup dibanderol dengan harga Rp 10-15 juta saja.

Pasalnya, ventilator corona telah mampu diproduksi perusahaan BUMN PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (DI). Dalam waktu dekat, Kang Emil pun memastikan semua rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 tidak akan kekurangan ventilator lagi. Dia juga tegaskan, pihaknya tidak perlu impor ventilator lagi.
 
"Insya Allah, semua rumah sakit yang merawat pasien covid tidak akan kekurangan alat bantu pernapasan atau ventilator lagi dan tidak usah impor lagi," tulis Kang Emil, dikutip dari unggahannya, Minggu (26/4/2020). 

Kang Emil menjelaskan, jika Pindad yang biasanya memproduksi senjata, kini telah mampu memproduksi 200 ventilator per bulan setelah menjalin kerja sama dengan UI dan UGM. Adapun PT DI yang dikenal memproduksi pesawat terbang, bahkan mampu memproduksi 500 ventilator setelah bekerjasama dengan ITB. "Dan Insya Allah, optimis #KitaPastiMenang," tegas dia. 

Diketahui, inovasi Pindad dan DI tersebut tidak terlepas dari gebrakan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dengan sigap mencari solusi atas sulit dan mahalnya alat-alat kesehatan (alkes) khususnya ventilator untuk pasien corona.

Menteri Erick menyebut, sulit dan mahalnya alkes corona tidak terlepas dari ulah nakal para mafia alkes. Erick pun meminta agar seluruh anak bangsa bergotong-royong untuk melawan para mafia. Di saat bersamaan, Menhan Prabowo bereaksi dengan ikut memerintahkan BUMN Pertahanan Pindad dan DI agar secepatnya terlibat dalam produksi alkes corona.