Pernyataan Habib Bahar bebas melalui program asimilasi Kemenkum HAM hanyalah argumen dari Kepala Lapas Pondok Rajeg.

Ada kabar terbaru soal bebasnya Habib Bahar bin Smith dari penjara. Jika sebelumnya Habib Bahar disebutkan bebas lantaran adanya program asimilasi ‘corona’ dari Kemenkumham, ternyata tidak juga.

Menurut kuasa hukum Habib Bahar, Ichwan Tuankotta, kliennya bebas karena memang telah menjalani lebih dari 2/3 masa tahanan. Sehingga ia memastikan, Habib Bahar bukan karena adanya ‘bonus’ dari pemerintah.

Dikatakan Ichwan, pernyataan Habib Bahar bebas melalui program asimilasi Kemenkum HAM hanyalah argumen dari Kepala Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat. Apalagi, kata Ichwan, sejak awal pihaknya telah menolak adanya progam asimilasi Kemenkum HAM tersebut.

"Ya betul (dari awal kita menolak asimilasi), justru itu makanya argumen saya, silakan kalau kalapas menyampaikan itu program asimilasi, silakan itu argumen kalapas. Tapi kalau saya tidak akan berargumen itu," kata Ichwan Senin (18/5/2020) seperti dilansir detikcom.

Ditegaskan Ichwan, kliennya menolak program asimilasi karena tidak mau berutang budi kepada pemerintah. Terlebih lagi, Habib Bahar masih belum selesai memberikan pelajaran agama kepada para napi di dalam Lapas.

"Kami dari awal, sebelum ada pembebasan dengan SK Menkum HAM kami pernah menolak itu, asimilasi. Memang betul kami menolak, karena alasannya bukan hal-hal lain, alasannya karena waktu itu Habib belum selesai mengajar murid-muridnya di lapas. Dia mengajar agama kepada narapidana itu," ujar Ichwan.

Namun begitu, Ichwan enggan menjelaskan lebih jauh tentang bebasnya Habib Bahar dengan alasan program asimilasi.

"Saya tidak bisa komen itu, no comment buat saya. Nanti takut menyinggung pihak-pihak tertentu," tandas Ichwan.