Tujuan awal untuk bisa mendeteksi secara cepat dan tepat

Kota Probolinggo menjadi jujugan roadshow Mobile Combat Covid 19, Kamis (21/5) siang. Dengan Mobile Combat yang siap on call ini diharapkan bisa menjangkau masyarakat atau lokasi mereka yang membutuhkan tes swab baik secara mandiri atau mereka yang tergolong dalam pemantauan.

Bertempat di rumah dinas wali kota, kedatangan mobil yang berkeliling Jakarta-Surabaya tersebut disaksikan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh dr Abraar HS Kuddah dan penanggung jawab laboratorium RSUD, dr Rasyid.

Mobile Combat milik PT Inti Dharma ini melayani swab mandiri dengan harga sekitar Rp 1.750.000 hingga Rp 2 juta. Estimasi harga tersebut sekaligus fasilitas pemeriksaan rapid test, foto thorax dan pemeriksaan darah lengkap.

“Kalau untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) , ada gejala atau tanpa gejala, Pemerintah Kota Probolinggo akan bantu mem-free-kan. Tetapi untuk ODP luar kota dibiayai oleh daerah masing-masing,” kata dr Abraar. 

Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh itu menjelaskan, Mobile Combat COVID 19 stand by di Surabaya. Bila dibutuhkan di Kota Probolinggo mereka akan datang kapanpun.

“Jadi alat ini kami datangkan tujuan awal untuk bisa mendeteksi secara cepat dan tepat sehingga masyarakat lebih cepat melakukan tracing dan terapi,” tutur dokter spesialis bedah itu.

Di dalam Mobile Combat COVID 19 ini terdapat 4 PCR dengan kapasitas bio safety level 3. Artinya, fungsi mobil ini sama dengan laboratorium safety level 3 seperti di RSUD. Fasilitasnya juga terdapat tekanan negatif dan alat swab serta petugas khusus.

“Ada tim di mobil ini. Jika dibutuhkan di Kota Probolinggo ada perawat medisnya dari kami yang membantu,” imbuh dr Abraar. Mobil ini tidak hanya untuk COVID 19 saja, bisa juga untuk tes HIV, MERS dan narkoba.

Salah satu sasaran yang bisa memanfaatkan tes swab di mobil ini adalah perusahaan, baik mengecek karyawan atau direksinya. Wilayah permukiman yang jauh dari jangkauan rumah sakit pun bisa terlayani sehingga mereka tidak perlu berduyun-duyun ke rumah sakit.

“45 menit hasilnya sudah keluar. Insyaallah lebih murah dari Surabaya. Tidak perlu jauh-jauh, tidak usah banyak waktu karena disana banyak antrean juga. Kami berupaya memberikan kemudahan dan layanan cepat dalam penanganan COVID 19 di Kota Probolinggo,” jelas Wali Kota Habib Hadi