Hingga sesi perdagangan after hours, saham NVidia tercatat masih diperdagangkan di zona merah mengikuti sentimen yang sedang menerpa saham-saham teknologi.

Satu kabar opositif datang dari bursa Wall Street beberapa jam terakhir. Investor dikejutkan dengan kinerja keuangan kuartalan salah satu perusahaan teknologi terkemuka, Nvidia yang mengklaim terjadinya pertumbuhan  yang sangat mengesankan.

Laporan lebih rinci menyebutkan, dalam rilis kinerja kuartalan yang menunjukkan besaran  Earning per Share (EPS) yang untuk kuartal pertama tahun ini mencapai $1,8, sementara besaran pendapatan dilaporkan mencapai hingga $3,08 milyar.  Kinerja terserbut tercatat melonjak sangat tajam ketimbang kuartal pertama tahun sebelumnya, di mana EPS mencapai $0,88 dengan besaran pendapatan yang mencapai $2,22 milyar.

Laporan semakin mengesankan ketika perusahaan tersebut menargetkan pendapatan yang melonjak hingga $3,65 milyar untuk periode kuartal kedua tahun ini.

Kinerja perusahaan Nvidia, dengan demikian terbilang kebal dari terjangan wabah Coronavirus yang hingga kini masih menakutkan di seluruh dunia.

Namun sayangnya kinerja gemilang yang baru dirilis tersebut masih belum mendapatkan respon setara dari investor. Laporan dari sesi perdagangan Kamis (21/5) yang baru ditutup beberapa jam lalu menunjukkan, harga saham Nvidia yang justru turun cukup tajam lebih dari 1%, sementara di sesi perdagangan after haours, penurunan kembali dilapokran berlanjut hingga lebih dari 2%.

Penurunan saham NVIdia kali ini nampaknya sekedar mengikuti  sentimen yang sedang mendera seluruh saham teknologi, di mana secara umum mengalami penurunan usai membukukan lonjakan konsisten dan signifikan dalam beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.