KSP mengklaim tak bersangkut paut dengan teknis pelelangan motor Gesits bertanda tangan Presiden dalam acara konser amal pekan lalu.

Istana Kepresidenan buka suara soal kisruh lelang motor Presiden Joko Widodo senilai Rp 2,55 miliar. Kantor Staf Kepresidenan mengklaim tak bersangkut paut dengan teknis pelelangan motor Gesits bertanda tangan Presiden dalam acara konser amal pekan lalu.

"Itu kan sudah diserahkan kepada panitia. Panitia melelang. Nah dalam pelelangan itu menjadi masalah, karena menjadi masalah panitia menjadi tanggung jawab. Begitu, bukan Istana, bukan Presiden," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Donny Gahral saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).

Pekan lalu, MPR RI bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar konser amal bertajuk Berbagi Kasih Bersama Bimbo. Dalam konser virtual tersebut, sebuah motor listrik dilelang dan kemudian dimenangkan oleh M. Nuh dengan harga Rp2,55 miliar.

M. Nuh mengaku sebagai pengusaha dari Kampung Manggis, Jambi. Namun, belakangan dia diketahui, sebagai buruh harian harian asal Jambi, dan tidak mampu menembus motor lelang tersebut.

Adapun Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa panitia penyelenggara konser amal virtual tidak mempermasalahkan dengan mundurnya M. Nuh sebagai pemenang lelang motor listrik bermerek Gesits yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

"Kami sendiri merasa tidak ada masalah tidak ada yang dirugikan karena peminat motor listrik warna merah dengan tanda tangan Presiden banyak yang minati dan banyak yang ingin jadikan kenangan," jelasnya dalam konferensi pers di BNPB siang ini, (22/5/2020).

Seperti diketahui, M. Nuh mengalahkan Gabriele Mowengkang, seorang pengusaha Manado yang mengajukan penawaran Rp2,5 miliar, Maruara Sirait Rp2,2 miliar dan Warren Tanoesoedibjo Rp1,550 miliar.

Setelah kontroversi pemenang lelang motor itu, panitia memutuskan anak  Bos MNC Group Hary Tanoesudibjo, Warren Tanoesudibjo, menjadi pemenang membeli motor listrik tersebut.