Indeks Wall Street menutup sesi akhir pekan ini, Jumat (21/5) dengan gerak mixed.

Optimisme menyangkut penanganan wabah Coronavirus  terlihat masih memberikan suntikan energi penting dalam sesi perdagangan penutupan pekan ini, Jumat (22/5) di bursa Wall Street. Pelaku pasar terlihat  masih mengandalkan sentimen dari vaksin bikinan perusahaan Moderna yang dilaporkan semakin memberikan janji untuk segera mengatasi wabah asal China itu.

Otoritas AS dalam sebuah keterangan menyebutkan, vaksin bikinan Moderna terlihat sangat menjanjikan dengan seluruh partisipan yang terlibat dalam uji coba vaksin tersebut telah menunjukkan terbangunnya antibodi  guna melawan wabah Coronavirus.

Sementara asentimen lain justru cenderung suram dengan tensi Washington-Beijing yang semakin memanas, pelaku pasar terlihat kesulitan untuk mendapatkan pijakan sentimen positif baru. Sentimen semakin kurang menguntungkan ketika kabar dari Beijing menyebutkan pemberlakuan peraturan keamanan baru untuk wilayah otonomi Hong Kong, yang ditujukan untuk semakin mengukuhkan cengkeraman Beijing dalam mengatasi aksi protes pro demokrasi yang berkepanjangan.

Sikap optimis akhirnya masih tersedia namun cenderung terbatasi untuk menghasilkan gwerak indeks di zona mixed. Hingga sesi perdagangan ditutup beberapa jam lalu, indeks DJIA merosot  tipis 0,04% untuk berakhir di 24.465,16, sementara indeks S&P 500 menguat moderat 0,24% untuk terhenti di 2.955,45, dan indeks Nasdaq yang naik 0,43% untuk menutup sesi di 9.324,59.

Dengan bekal sentimen yang jauh dari meyakinkan ini, sesi perdagangan awal pekan depan di Asia, senin (25/5) diyakini akan kembali cenderung  untuk terjebak dalam keraguan.