Pemerintahan Komunis China disebutkan bersiap memberlakukan peraturan keamanan baru untuk wilayah Hong Kong yang memantik kekhawatiran investor.

Setelah sentimen pandemi wabah Coronavirus berlangsung dalam jangka yang cukup panjang, sentimen terkini yang masih berkaitan akhirnya kembali menghadirkan suasana tak kalah muram. Sejumlah laporan yang beredar menyebutkan, pihak pemerintahan otoriter China yang berencana akan memberlakukan peraturan keamanan yang baru untuk wilayah Hong Kong.

Langkah  pemerintahan Komunis China kali ini ditujukan untuk menumpas lebih efektif aksi protes berkepanjangan oleh kalangan pro-demokrasi di tahun lalu hingga sebelum pecahnya wabah Coronavirus menjangkau bekas koloni Inggris tersebut.

Keputusan China  untuk menerapkan peraturan baru tersebut sekaligus akan menjadikan pemerintahan Beijing semakin ketat mengontrol wilayah yang sebelumnya diklaim sebagai satu negara dua sistem.

Rincian peraturan keamanan baru tersebut telah beredar pada Jumat pagi kemarin (22/5) pada pergelaran pertemuan parlemen China.  Peraturan tersebut di antaranya mencakup intervensi asing di wilayah tersebut serta tindak terorisme.

Peraturan ini tentu saja disambut dengan panik oleh investor Hong Kong dengan langsung menggelar tekanan jual sangat ekstrim. Indeks Hang Seng di Bursa saham Hong Kong akhirnya longsor tak tertahankan 5,56% untuk menutup sesi di 22.930,14.

Langkah rezim  komunis China yang berupaya memaksakan kehendaknya di wilayah Hong Kong dinilai sebagai kabar berbahaya bagi wilayah yang selama ini telah menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di dunia itu.