Pemerintahan Presiden Trump disebutkan bersiap mengenakan sanksi pada China.

Datangnya masa lebaran tahun ini nampaknya tak merubah situasi Geo-politik di Asia. Langkah keras China yang berniat memberlakukan undang-undang keamanan baru untuk wilayah otonomi Hong Kong, dilaporan segera menuai hukuman dari pemerintahan Amerika Serikat di bawa pimpinan Presiden Donald Trump.

Seperti diwartakan sebelumnya, pemerintah komunis China yang berniat memberlakukan undang-undang keamanan baru untuk bekas koloni Inggris itu, guna membungkam  aksi protes pro-demokrasi  yang berkepanjangan hingga kini dan hanya terhenti oleh pandemi Coronavirus.

Pemberlakukan Undang-Undang yang kini sedang digodok parlemen China itu sekaligus memperkukuh cengkeraman pemerintahan otoriter China atas wilayah Hong Kong dan menurunkan derajat otonominya. Atas hal tersebut pejabat Gedung Putih mengingatkan akan dijatuhinya sanksi bagi China bila peraturan keamanan terbaru tersebut berlaku.

Meski hukuman atau sanksi yang akan dijatuhkna Gedung Putih masih belum jelas bentuknya hingga kini, namun situasi ini dipastikan semakin memanaskan tensi Trump-China yang sebelumnya telah terpantik oleh pandemi global Coronavirus, di mana Trump menuding China sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pukulan terhadap perekonomian.

Masa Lebaran, nampaknya memang bukan momentum yang melegakan bagi pemerintahan Trump dalam menghadapi China yang tak pernah lelah memberikan perlawanan sengit atas dominasi Amerika Serikat di panggung Internasional.