Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menggembok ketat akses keluar masuk wilayah ibu kota.

Dalam rangka mengantisipasi munculnya gelombang baru penularan virus Corona atau Covid-19, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menggembok ketat akses keluar masuk wilayah ibu kota.

"Kita tidak ingin kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru penularan Covid-19," kata Anies dalam konferensi video di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin.

Pengetatan ke luar-masuk itu dengan memberlakukan surat izin-ke luar masuk wilayah Jakarta bertujuan untuk mencegah terjadinya pertambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta, terutama dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik.

"Sekarang kita berhadapan dengan situasi yang cukup unik di masa akhir dari perpanjangan PSBB ini bersamaan dengan mudik dan musim arus balik. Karena itulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat ketentuan bahwa semua orang yang akan berpergian harus mendapatkan izin dan yang berpergian adalah orang-orang yang memang bekerja di 11 sektor yang diizinkan," kata Anies.

Anies tidak ingin upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 yang telah dilakukan selama pemberlakuan PSBB itu menjadi sia-sia.

"Kita tidak ingin di tempat ini muncul lagi peristiwa-peristiwa seperti awal bulan Maret, kita berharap melandai dan segera bisa tuntas," kata Anies.