Bagi warga yang tidak menggunakan masker dipastikan tidak akan lolos dari Pos Jaga.

Kota Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara semakin memperketat aturan ketat dalam upaya mencegah penyebaran corona. Terhitung mulai Rabu (27/5/2020), akses masuk-keluar Kota Manado dipastikan akan "digembok" dengan penjagaan ketat oleh aparat.

Demikian ditegaskan Wali Kota Manado Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA yang juga Ketua Gugus Tugas COVID-19 Manado, Senin (25/5/2020) seperti dilansir BeritaManado.com.

Vicky menjelaskan, seluruh pintu masuk ke wilayah Manado dari Kabupaten/Kota akan didirikan Pos Jaga. Petugas yang akan melakukan penjagaan di Pos tersebut yaitu dari unsur kesehatan dan perhubungan termasuk TNI-Polri.

Setiap orang yang hendak masuk wilayah Manado wajib dilengkapi dokumen perjalanan berupa surat keterangan kesehatan (rapid test) dari rumah sakit, Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan (faskes) yang resmi.

Termasuk izin melakukan perjalanan dari Lurah atau Kepala Desa dari daerah tempat asal serta wajib  menunjukkan  KTP atau Kartu Keluarga.

Di setiap Pos Jaga, setiap orang yang masuk akan diperiksa oleh petugas. Jika suhu tubuh pendatang tersebut di atas 38 derajat celcius, maka akan diantar oleh petugas ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Kota Manado juga makin disiplin dengan mewajibkan setiap orang menggunakan masker sehingga. Bagi warga yang tidak menggunakan masker dipastikan tidak akan lolos dari Pos Jaga.

Selain itu, jumlah penumpang dalam kendaraan pun diatur, yakni maksimal 50 persen dari total tempat duduk. Dengan adanya pemberlakukan pembatasan tersebut, maka jam masuk Manado pun turut dibatasi, yaitu mulai pukul 06.00 sampai dengan 19.00 Wita.

“Meski memang ada pengecualian dari aturan pembatasan ini yaitu petugas kesehatan, ambulance baik yang membawa orang sakit maupun jenazah, pemadam kebakaran, mobil pribadi yang membawa orang sakit menuju Rumah Sakit Rujukan, petugas TNI, petugas Polri dan keadaan darurat lainnya. Nanti akan dievaluasi,” jelas Vicky.