Awalnya keluarga Bahar mendesak ingin bertemu di Lapas Nusakambangan. Namun sayangnya, pihak Lapas menolak.

Keluarga mengaku khawatir dengan keselamatan Habib Bahar bin Smith saat berada di Lapas berkeamanan super maksimum Batu Nusakambangan, Jawa Tengah. Jangan sampai Bahar Smith mengalami kekerasan seperti digunduli, dipukuli bahkan hingga diracuni.

"Keluarga khawatir dengan keselamatan Habib Bahar di sana. Khawatir diracun, disiksa atau dianiaya di sana," kata Pengacara Bahar, Aziz Yanuar, Selasa (26/5/2020) seperti dilansir CNN Indonesia.

Atas kekhawatiran itulah keluarga meminta pihak Lapas untuk memberikan bukti bahwa keadaan Bahar Smith dalam kondisi baik dan sehat. Kemudian, pihak Lapas meminta Bahar Smith untuk membuatkan sebuah video yang isinya memberitahukan dirinya dalam keadaan baik dan sehat.

Dijelaskan Aziz, awalnya keluarga Bahar mendesak ingin bertemu di Lapas Nusakambangan. Namun sayangnya, pihak Lapas menolak. "Akhirnya solusi dari pihak lapas buat video itu," ujarnya.

Diketahui, dalam video klarifikasi yang telah beredar luas tersebut, Bahar menyampaikan ia dalam keadaan sehat sejak ditangkap dan dibawa ke Lapas Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat kemudian dipindahkan ke Lapas Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah hingga saat ini.

Bahar mengakui petugas lapas memperlakukan dirinya dengan baik, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Bahar juga membantah insiden pemukulan yang dialami hingga menyebabkan terluka.

"Tidak ada seperti ada kabar di luar sana bahwa saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, saya diginiin, tidak ada itu," kata Bahar dalam video tersebut.

Bahar kemudian menyatakan keluarganya mengetahui kalau ia akan melakukan perlawanan bila tindak pemukulan tersebut benar-benar terjadi. Bahar pun mengibaratkan dirinya seperti bola karet yang tidak bisa menunduk bila mendapatkan tekanan.

"Saya ini orangnya seperti bola karet, semakin dipencet, semakin ditekan, bukan semakin menunduk, tapi semakin saya jadi,” tegas Bahar.