Dokter Reisa secara resmi adalah TIM KOMUNIKASI PUBLIK GUGUS TUGAS Covid-19,

Reisa Broto Asmoro tengah hangat diperbincangan di media sosial, namanya juga banyak ditelusuri di mesin pencari Google.

Pemicunya adalah kicauan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, "Ada dua jubir Covid-19 sekarang: Pak Dokter Yurianto dan Mbak Dokter Reisa: Ajak masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru," cuit Fadjroel.

Jabatannya sama dengan Achmad Yurianto yang sudah lebih dulu ditunjuk untuk posisi tersebut, sehingga ada dua orang yang menjabat sebagai jubir.

Fadjroel memberi tanda pagar "#Jubir" di akhir kicauannya yang menandakan bahwa pernyataan itu ia sampaikan sebagai Jubir Presiden.

Sementara, kicauan atau opini pribadi biasanya ditandai dengan "-FR", inisial Fadjroel Rachman.

Informasi yang disampaikan Fadjroel di Twitter berbeda dari keterangan yang disampaikan Achmad Yurianto sehari sebelumnya.

Menurut Yurianto, dr Reisa tergabung dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19. Saat dihubungi Fadjroel mengaku belum bisa memberi kepastian terkait jabatan dr Reisa.



Dikutip kompas, Fadjroel justru meminta hal itu ditanyakan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Tentang dr Reisa administrasinya mesti ditanyakan kepada BNPB," katanya.

Pada akhirnya Fadjroel pun meralat jabatan dr Reisa lewat kicauannya. Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu memang bukan menjabat sebagai Jubir Penanganan Covid-19, namun adalah anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Covid-19.

"Dokter Reisa secara resmi adalah TIM KOMUNIKASI PUBLIK GUGUS TUGAS Covid-19, sedangkan Dokter Yurianto adalah Jubir Covid-19," kata Fadjroel.



Kendati demikian, Fadjroel menyebutkan bahwa dr Reisa dan Achmad Yurianto akan bahu membahu memberikan informasi dan edukasi ke publik terkait Covid-19.

Nama Reisa Broto Asmoro memang tidak asing di telingga masyarakat Indonesia, pasalnya wanita kelahiran Malang 1985 tersebut kerap tampil di layar kaca untuk berbagai program kesehatan, salah satunya DR OZ Indonesia. 

Ia juga bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, Reisa menjadi ahli forensik.

Selain itu, Reisa pernah mengikuti ajang kompetisi kecantikan. Ia meraih predikat sebagai Puteri Indonesia Lingkungan serta Puteri Indonesia 2010 mewakili Yogyakarta.

Pada 2012, Reisa menikah dengan seorang Pangeran Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro. Pernikahan pasangan tersebut dijuluki sebagai royal wedding.

Reisa diberi gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung, akan tetapi perempuan yang sempat menjadi gadis sampul itu memilih menuliskan namanya dengan Reisa Broto Asmoro mengikuti nama dari keluarga suaminya.