Jika ibu-bu damai, bahagia, para suami akan bekerja lebih baik lagi

Meningkatnya peran ibu di masa pandemi, menuntut adanya kesiapan baik secara fisik maunpun mental. Dalam rangka HUT ke-19, Keluarga Besar Ibu-ibu (KBI) BPKP menyelenggarakan webinar dengan tema “Peran KBI BPKP Mengatasi Dampak Ekonomi Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini diikuti oleh para anggota di seluruh unit kerja BPKP, baik di pusat maupun Perwakilan BPKP. Kepala BPKP selaku Penasehat KBI BPKP turut memberikan arahan terkait pentingnya peran ibu dan silaturahmi antar anggota KBI BPKP.

Di awal acara, Ibu Fellydia Yusuf Ateh menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak di BPKP Pusat dan Perwakilan BPKP atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menghaturkan terima kasih kepada Kepala BPKP selaku Penasehat KBI BPKP atas dukungan dan bimbingan sehingga memudahkan upaya ibu-ibu KBI BPKP dalam mendukung kinerja para Bapak dan jajarannya untuk senantiasa hadir dan bermanfaat. Salah satu peran KBI BPKP adalah mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19. Melalui ragam kreativitas, KBI BPKP diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, utamanya karyawan dan karyawati BPKP.

Dalam arahannya, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh berpesan agar KBI BPKP memperkuat silaturahmi, saling tolong menolong, dan melandasi setiap kegiatan dengan tali silaturahmi untuk mendukung perwujudan visi misi KBI BPKP. “Tujuan utama berdirinya KBI adalah menyambung silaturahmi. Jadi silaturahmi adalah bagaimana menguatkan kekerabatan sesama untuk saling menolong dan mengasihi untuk menjadi kekuatan,” ujar Yusuf Ateh. “Jika ibu-bu damai, bahagia, para suami akan bekerja lebih baik lagi. Peran penting itu yang harus ibu jaga,” sambungnya.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Ibu Luisa Magdalena Gandhi, Ibu Susilowati Arie Soelendro, dan Ibu Agustina Arumsari selaku Deputi Bidang Investigasi.

Hadir pula Ibu Retno Utari Ardan Adiperdana memberikan materi tentang peran ibu di lingkungan domestik dan publik di masa pandemi COVID-19 ini. Menurutnya, KBI BPKP perlu mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi Era New Normal, yaitu perubahan mindset dan pola hidup, tetap mempertahankan protokol kesehatan, persiapan mental, perubahan tata kerja organisasi, dan penyesuaian program kerja.

Di akhir kegiatan, Ibu Fellydia Yusuf Ateh membacakan simpulan kegiatan, di antaranya dukungan KBI BPKP akan menjaga pegawai dari penyalahgunaan kewenangan seorang pengawas keuangan. Sebagai forum komunikasi, KBI BPKP dapat menambah unsur edukasi dalam kegiatannya. Yang terpenting adalah komunikasi dan konsultasi soal dampak ekonomi dari pandemi COVID-19. Untuk edukasi, sebagai ibu dari anak-anak agar menjaga kesehatan dan meningkatkan protokol kesehatan (PHBS) di lingkungan rumah dan sekitar. Ibu-ibu KBI juga diharapkan agar saling mengingatkan untuk menjaga kerukunan dan kiprah BPKP, termasuk menjaga tayangan di media sosial agar sejalan dengan nilai-nilai kebaikan dalam hymne KBI BPKP. Ke depan, KBI BPKP diharapkan dapat semakin solid, cerdas, bermanfaat bagi seluruh keluarga besar BPKP.