Ketertarikannya untuk menjalin relasi dengan sektor swasta maupun dengan BUMN Indonesia

Pandemi -tidak berarti pelaksanaan fungsi promosi Perwakilan Indonesia di luar negeri terhenti. Perwakilan Indonesia di luar negeri dapat menempuh berbagai cara agar usaha rintis kemajuan Indonesia tetap berjalan. KBRI Kyiv dorong promosi dan investasi dengan pertemuan dengan pengusaha-pengusaha setempat.

KBRI Kyiv laksanakan pertemuan dengan CEO AvtoKrAZ, Olena Kuchmii dan Pemda Poltava untuk membahas kerja sama Indonesia dan Ukrainan di bidang produksi alat transportasi truk untuk keperluan militer dan sipil. AvtoKrAZ merupakan  perusahaan yang memproduksi truk berat serta suku cadang, termasuk trailer dan semi-trailer. Pangsa pasar penjualan produk AvtoKrAZ telah meluas  dengan penetrasi ke pasar baru, antara lain Rwanda, Myanmar, Filipina, dan Thailand.  AvtoKrAZ sendiri  telah mulai memasok beberapa produk truk untuk keperluan POLRI sejak tahun 2018.

Olena Kuchmii menyatakan ketertarikannya untuk menjalin relasi dengan sektor swasta maupun dengan BUMN Indonesia. AvtoKrAZ juga bersedia bekerja sama memproduksi truk di wilayah Indonesia dengan mitra Indonesia, mengingat Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi barang dan suku cadang pendukung, seperti ban, yang diperlukan untuk produksi truk.

KBRI Kyiv juga selenggarakan pertemuan dengan Epicentr Agro LLC yang bergerak di bidang peralatan perumahan dan bahan bagunan serta agrikultur.  Pihak Epicentr Agro menawarkan kerja sama untuk ekspor/pengadaan berbagai produk pertanian yang dibutuhkan Indonesia. Epicentr Agro memiliki dan mengelola lebih dari 160.000 hektar lahan untuk pengembangan produksi berbagai tanaman pertanian, seperti: gandum, jagung, barley, rapeseed,  bunga matahari, dan soybean.

Di sisi lain, Indonesia dapat mengekspor produk dan peralatan keperluan industri dan alat/perkakas bangunan yang dapat dijual di Epicentr Store. Epicenter Agro menyampaikan ketertarikannya untuk membuka peluang impor-ekspor langsung dengan Indonesia. Selama ini beberapa peralatan rumah tangga dan perkakas bangunan yang dibeli Epicentr berasal dari Indonesia, namun melalui pihak ketiga (antara lain Tiongkok).