Ada ramalan: krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19, bakal berlangsung hingga 2022. Mudah-mudahan meleset, selesainya lebih cepat.

Adalah mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyebut, krisis ekonomi dan pandemi Covid-19 berakhir pada 2022. "Jadi dua-duanya (pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi), menurut para ahli diperkirakan akan selesai pada tahun 2022," ujar Arief dalam seminar daring Indonesia Brand Forum 2020 di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Menurut Arief, hampir semua ahli memprediksi, pemulihan ekonomi global pascapandemi, tidak bisa bergerak cepat, bergeraknya lambat dan bergelombang. Ada dua hal besar terkait hal ini, pertama penanganan krisis kesehatan, isu-isu kesehatan yang berdampak terhadap perekonomian yang kalau dibiarkan dan tidak ditangani akan berdampak pada sektor sosial. Hal kedua adalah penanganan dampak ekonominya akibat pandemi.

Mantan Menpar sekaligus Dirut Telkom ini, memaparkan fase dampak-dampak COVID-19 terhadap perekonomian. Fase awal yang dikenal sebagai first shock merupakan fase dampak ekonomi ketika wabah COVID-19 bermula. "Kalau yang fase aftershock mulai kita rasakan sekarang, di mana terjadi PHK dan sejumlah perusahaan gulung tikar dan sebagainya," kata Arief.

Namun, lanjut dia, ada juga yang bersifat positif di fase aftershock ini yakni kebangkitan nasionalisme, hal seperti ini bisa ditebak karena memiliki musuh bersama yakni Covid-19 sehingga membuat masyarakat bersatu. Kemudian karena pergerakan barang mengalami keterbatasan akibat dampak penguncian di sejumlah negara, maka pergerakan barangnya hanya akan relatif terjadi di tempat-tempat dekat.

Pria yang hobi memelihara kumis ini, menyampaikan, para ahli juga menilai di fase aftershock diperkirakan bakal terjadi kolaps, atau tumbangnya kawasan Eropa. Dalam paparan, Arief menyampaikan, sejumlah negara mulai mencabut kebijakan penguncian secara bertahap di fase aftershock, Selanjutnya, mereka akan mengambil sejumlah langkah dalam memitigasi gelombang kedua Covid-19.

Masih menurut para ahli, kata Arief, vaksin COVID-19 bakal ditemukan dan disebarluaskan secara masif pada 2021. Langkah ini mampu meredam gelombang krisis pandemi tersebut baik dalam sektor kesehatan maupun ekonomi. Selepasnya dunia menjalani pemulihan sepenuhnya menuju normal baru pada tahun 2022, usai vaksin ditemukan.