Wabah bubonic merupakan sebuah penyakit yang berasal dari bakteri Yersinia pestis. Penyakit itu ditularkan oleh tikus yang terinfeksi melalui kutu ke manusia. Komisi Kesehatan Kota Bayannur menuturkan pria itu kini dalam kondisi stabil di rumah sakit

Sejak akhir tahun 2019 lalu, ketika dihantam Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, China seolah tak henti-hentinya dirundung masalah. Ketika COVID-19 belum benar-benar menguap, baru-baru ini, peneliti China menemukan virus baru yang disinyalir memiliki efek yang tak kalah ganas. Virus tersebut dinamai virus G4 yang merupakan turunan dari H1N1 atau flu babi.

Melalu jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, seorang peneliti bernama Hong Lei Sun memberikan penjelasan terkait flu babi jenis baru. Lei Sun mengatakan bahwa virus G4 yang ditemukan di Tiongkok ini memiliki kemiripan dengan virus H1N1. Seperti yang diketahui, infeksi virus H1N1 pernah menjadi pademi pada tahun 2009 silam.

Meski belum ada kepastian apakah virus G4 tersebut berpotensi menjadi pandemi, namun dunia sudah mulai khawatir. Di tengah upaya dunia mengendalikan penyebaran COVID-19 sambil bersiap menunggu pandemi yang kemungkinan bisa disebabkan oleh virus G4, pihak berwenang China dikejutkan dengan ditemukannya seorang peternak di wilayah perbatasan Mongolia yang positif mengidap wabah bubonic.

Wabah bubonic merupakan sebuah penyakit yang berasal dari bakteri Yersinia pestis. Penyakit itu ditularkan oleh tikus yang terinfeksi melalui kutu ke manusia. Komisi Kesehatan Kota Bayannur menuturkan pria itu kini dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Komisi Kesehatan China telah melarang perburuan dan konsumsi hewan yang dapat membawa penyakit terutama marmut. Pihak berwenang China juga meminta setiap warga melaporkan jika melihat ada tikus atau hewan sejenis lainnya yang mati.

Selain pria tersebut, wabah bubonic juga menyerang seorang anak berusia 15 tahun di kota tersebut. Kantor berita Xinhua melaporkan bocah tersebut mengalami demam setelah makan marmut yang diburu oleh seekor anjing.

Sementara itu, dilansir AFP, dua pasien wabah bubonic lainnya terdapat di provinsi Khovd. Kedua pasien itu disebut bersaudara dan mengidap wabah bubonic setelah memakan daging marmut.

Sebanyak 146 orang yang melakukan kontak dengan kedua saudara itu telah dikarantina sementara waktu untuk mencegah penularan. Setidaknya lima orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi wabah bubonic sejak 2014 lalu.