Tiko menjelaskan, Jiwasraya memang mendapatkan tekanan yang begitu besar.

Kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kian memprihatinkan. Per 31 Mei 2020 saja, utang Jiwasraya kepada para nasabahnya telah mencapai Rp18 triliun atau naik dari utang sebelumnya yakni Rp 16 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp16,5 triliun di antaranya adalah klaim yang belum terbayar dari saving plan. Meskipun pada akhir Maret lalu sudah dibayarkan sekitar Rp470 miliar.

"Posisi per 31 Mei, kondisi klaim yang terjadi dan belum terbayar itu dari saving plan itu ada sekitar Rp16,5 triliun," Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo di Komisi VI DPR, Selasa (7/7/2020).

Adapun sisanya, lanjut pria yang kerap disapa Tiko ini, Rp600 miliar merupakan klaim asuransi tradisional korporasi yang belum terbayar. Sedangkan untuk korporasi ritel ada sekitar Rp200 miliar dan Rp700 miliar sehingga jika ditotal mencapai Rp1,5 triliun.

"Jadi total Rp1,5 triliun yang tradisional dan juga belum terbayar karena memang kondisi likuditas memburuk," jelasnya.

Tiko menjelaskan, Jiwasraya memang mendapatkan tekanan yang begitu besar. Tekanan pertama adalah dari sisi kanan karena adanya peningkatan liabilitas imbas bunga yang tinggi.

Berdasarkan catatannya, saat ini liabilitas yang ditanggung mencapai Rp52,9 triliun. Adapun rinciannya adalah Rp34,6 triliun berasal dari liabilitas polis tradisional dan Rp16,5 triliun merupakan polis saving plan.

"Jiwasraya mendapat tekanan dari dua sisi. sisi kanan meningkatnya liabilitas karena tadi janji janji bunga yang tinggi sekali," jelasnya.

Kemudian tekanan yang kedua adalah ada pada aset. Saat ini nilai aset perusahaan hanya sebesar Rp17 triliun saja.

"Jadi perusahaan ini antara aset dan liabilitas hanya sepertiga jadi. tentunya ini kondisi sangat buruk dan ini membuat RBC minus 1.900 dan ekuitas minus Rp35,9 triliun. Nah kami juga ingin tekankan di sini bahwa dalam perjalanan waktu asuransi punya janji masa depan yang dikalkulasi terus sehingga kalau masalah ini berkepanjangan jumlah negatifnya juga akan meningkat," kata Tiko.