belakangan terkuak OYO juga punya masalah dengan mitra.

Startup jaringan hotel asal India, OYO, menjadi perbincangan. Selain kerap mendapat keluhan dari pelanggan, belakangan terkuak OYO juga punya masalah dengan mitra. Utamanya soal pembagian hasil.

Hal itu terangkum dalam pertemuan empat mitra OYO dan dua orang perwakilan OYO Indonesia yang berlangsung di sebuah rumah makan di kawasan Cideng, Jakarta, Rabu (08/07/2020) kemarin

Salah satu mitra OYO mengungkap, ia melihat ada kejanggalan dalam hal pembagian hasil antara mitra dan pihak OYO.

Mitra OYO yang enggan disebutkan identitasnya itu menjelaskan, kesepakatan antara OYO dan mitra soal bagi hasil berbeda-beda. Bagi hasil tergantung dengan properti yang dimiliki si mitra. Semakin besar properti yang dimiliki, semakin besar pula bagi hasil yang didapat.

"Artinya, jika kita memiliki properti lebih besar (banyak kamar), maka bagi hasil akan disesuaikan dengan tarif kamar dikalikan dengan jumlah kamar. Tarif kamar saja bervariasi. Ada yang satu juta, bahkan sampai lima juta. Bisa dibayangkan hasil yang didapat," paparnya.

Lebih jauh ia mengatakan, janji makin manis tak kala kesepakatan bagi hasil OYO dan mitra tak terpengaruh dengan omzet. Sebagai contoh, jika OYO dan mitra sepakat bagi hasil Rp200 juta setiap bulannya, maka angka itulah yang bakal diterima si mitra tanpa terpengaruh omzet

"Jika omzet kita lebih atau pun kurang dari kesepakatan bagi hasil tak terpengaruh. Sepakatnya Rp200 juta, ya kita dapat Rp200 juta," katanya.

Tapi faktanya, apa yang didapat mitra justru bertolak belakangan dengan yang dijanjikan OYO. Angkanya jauh dari yang dijanjikan sedari awal. "Saya nggak dapat sesuai dengan jumlah yang mereka janjikan dari awal dalam bagi hasil. Yang saya terima angkanya jauh dari kesepakatan," katanya.

Sedari awal, lanjut si mitra, dirinya menduga OYO sudah melakukan 'trik-trik' dalam hal pembagian hasil. Pasalnya, laporan keuangan yang dibuat pihak OYO justru membuat pusing para mitra.

"Banyak laporan yang tidak jelas peruntukannya. Payment Calculation yang dilaporkan OYO bisa dibilang ngaco," tukasnya.

Satu-satunya yang masuk akal dalam laporan tersebut hanya soal potongan jika ada pelanggan yang menginap di tempat kita, namun mereka booking lewat aplikasi lain, bukan aplikasi lewat OYO," katanya.

Selain bagi hasil, di awal pembicaraan pihak OYO juga menjanjikan akan menyediakan amenities kebutuhan hotel. Antara lain sikat gigi dan dua air mineral untuk setiap kamar per harinya.

"Namun entah mengapa sejak Januari 2020, manajemen OYO secara sepihak menghentikan
amenities kebutuhan hotel kepada mitra-mitranya," tukasnya.

Nah, lanjut dia, untuk persoalan itulah sejak Juni lalu pihak mitra ingin bertemu dan meminta kejelasan, serta solusi dari OYO. Namun pihak OYO sepertinya menghindar.

"Sekalinya bertemu, OYO malah mengirimkan wakil yang tidak kompeten. Yang mereka kirim sekarang ini sama sekali tidak memberi solusi," katanya.