RK itu sebagai tokoh milenial juga, jadi dia punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan milenial.

Aksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK menyapa milenial PAN lewat video singkat yang diunggah oleh akun resmi PAN @amanatnasional membuat heboh. Sebab, unggahan video ini pun langsung membuat publik bertanya mengenai hubungan Kang Emil dengan PAN.

Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan kontestasi Pilpres 2024 mendatang. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno mengatakan bahwa kemunculan RK dalam video tersebut bukan berarti Jabar 1 itu terasosiasi dengan PAN. 

Namun, PAN menganggap RT sebagai representasi tokoh milenial dan salah satu calon pemimpin muda potensial di Indonesia. Sehingga, tak dipungkiri bahwa PAN juga berharap mantan Wali Kota Bandung itu bisa bergabung.



“Itu nggak ada hubungannya, Pak RK itu sebagai tokoh milenial juga, jadi dia punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan milenial. Untuk itu, kita minta Pak RK untuk bisa menyapa milenial melalui videonya. Termasuk juga nanti di acara ada Gamal Aldin Said yang ikut menyapa dan memberikan masukan kepada milenial. Tapi bukan berarti mereka terasosiasi dengan PAN. Ya mudah-mudahan kalau mereka terasosiasi dengan PAN ke depannya ya kita sangat bahagia,” ungkap Eddy, Jumat (10/7/2020).

Soal pendekatan dengan RK untuk 2024, Eddy mengakui bahwa PAN sudah lama mengamati perjalanan politik dan kariernya. Mulai dari Wali Kota Bandung sampai saat ini menjadi Gubernur Jabar. Menurut dia, banyak kebijakan-kebijakan RK yang sejalan dengan platform politik PAN.

Ditambah lagi RK juga representasi dari generasi baru pemimpin Indonesia.

“Kami tentu ingin semakin mengenal mereka-mereka yang akan diproyeksikan tokoh politik kita ke depannya. Karena generasi ini (tokoh-tokoh senior) habis (masanya) nih dan tahun 2024 diharapkan tokoh-tokoh baru bermunculan di panggung nasional, salah seorangnya adalah RK,” ujarnya seperti dikutip SindoNews.

Terlebih, Wakil Ketua Komisi VII DPR ini mengatakan, masyarakat sudah punya standar untuk mengukur pemimpin nasional ke depannya. Dan standar itu ada di beberapa kepala daerah yang menjabat saat ini di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan juga RK.

“Mungkin kalau Khofifah itu yang agak lama, bukan termasuk baru karena sudah berkiprah dari jaman Gus Dur. Sementara Emil Dardak agak jauh jaraknya,” ujar Eddy.



Karena itu, PAN berinisiatif menggelar acara silaturahmi milenial PAN dengan maksud memberikan penyadaran kepada seluruh kader PAN, baik itu pengurus di legislatif pusat maupun kabupaten/kota dan juga pengurus DPP PAN yang masuk kategori milenial yang akan menjadi penentu perjalanan politik PAN. Khususnya di 2024.

Sehingga, PAN merasa perlu untuk lebih proaktif berbicara dengan milenial guna memahami dan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan para milenial.

“Makanya, tagline-nya ‘yang muda yang bersuara’, kita bermaksud membangun platform di dalam PAN yang namanya kaukus milenial PAN yang akan kemudian menjadi corong kepada milenial lewat program-program,” tandasnya.