Gelontoran dana tersebut terdiri dari Rp1 triliun untuk PNM, Rp3.5 triliun untuk Hutama Karya, dan Rp9,63 triliun untuk PLN.

Sebanyak tiga perusahaan BUMN resmi menerima suntikan modal lewat skema penyertaan modal negara (PMN) dengan total Rp 14,13 triliun. Ketiganya adalah PT Permodalan Nasional Madani (PNM), PT Hutama Karya (HK), dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

Gelontoran dana tersebut terdiri dari Rp1 triliun untuk PNM, Rp3.5 triliun untuk Hutama Karya, dan Rp9,63 triliun untuk PLN.

Keputusan itu tertuang dalam dalam empat peraturan pemerintah (PP) yakni PP No.31 Tahun 2020, PP No.32 Tahun 2020, PP No.36 Tahun 2020, dan PP No.37 Tahun 2020. Beleid ini menjadi dasar hukum PMN yang bersumber dari APBN 2020.

PMN untuk perusahaan pelat merah PNM diharapkan bisa memberdayakan kelompok perempuan prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Sementara untuk HK dimaksudkan untuk mendukung pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Sementara PMN untuk PLN ditujukan guna meningkatkan kemampuan perseroan dalam melanjutkan program ketenagalistrikan di Indonesia.