Dari 12 nama tersebut, Presiden berhak memilih enam nama untuk selanjutnya dilantik menjadi Komisioner Kompolnas.

Proses seleksi calon anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024 sudah selesai digelar meski tertunda sedikit akibat pandemi corona. Usai melewati sederet seleksi, sebanyak 12 nama calon akan segera diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Keduabelas calon tersebut terdiri dari unsur kepolisian dan tokoh masyarakat. "Mereka ini sudah melalui 5 jenis seleksi, administrasi, tertulis, assesment, kesehatan, wawancara, sehingga nanti diharapkan bisa membantu Presiden melalui Menko Polhukam untuk mempercepat dan memperbaiki lagi kinerja kepolisian," ujar Menko Polhukam Mahfud MD, Jumat (17/7/2020).

Mahfud kembali menjelaskan, pergantian komisioner Kompolnas seharusnya sudah dilakukan pergantian sejak Mei 2020, tetapi tertunda akibat wabah corona.

“Meskipun sebenarnya sudah disiapkan jauh sebelum pandemi, bahkan anggota Kompolnas yang lama juga sudah menghadap Presiden untuk memberikan laporan akhir tugas," jelas Mahfud.

Mahfud menambahkan, pemilihan calon anggota Kompolnas dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh tim seleksi yang dibentuk sebelumnya. “Tim seleksi ini orang-orang yang kredibel semua, kami percaya mereka menyeleksi dengan baik dan obyektif," ujarnya.

Adapun calon anggota Kompolnas yang berasal dari unsur kepolisian adalah Benny Mamoto, Eko Hadi Sutedjo, Pudji Hartanto Iskandar, Supardi Hamid, Albertus Wahyurudhanto, dan Arief Wicaksono Sudi Utomo.

Sedangkan calon dari unsur masyarakat adalah Sri Nurherawati, Yosep Adi Prasetyo, Yusuf, Junaedi Saibih, Muhammad Dawam, serta Poengky Indarti.

Sebelumnya, dari 98 orang pendaftar, yang dinyatakan memenuhi administrasi lengkap adalah sebanyak 63 orang. Kemudian, dari 63 orang tersebut diseleksi kembali hingga tersisa 43 pendaftar yang dinyatakan lolos administrasi.

Komposisi dari ke-43 pendaftar tersebut adalah 16 orang dari unsur pakar kepolisian, dan 27 orang dari tokoh masyarakat. 

Dalam seleksi Anggota Kompolnas 2020-2024 ini, Pansel Kompolnas yang bertugas berjumlah 9 anggota yakni Suparman Marzuki sebagai Ketua, Komjen Pol Moechgiyarto sebagai Wakil Ketua, Maria Margaretha‎ sebagai Sekretaris, Irjen Pol Carlo Brix Tewu (anggota), Eddy O.S. (anggota) Muhammad Mustofa (anggota), Khasan Effendy (anggota), Irjen Pol (Purn) Ronny Lihawa (anggota) dan Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbai (anggota).

Rangkaian seleksi calon anggota Kompolnas seharusnya akan berakhir pada 28-29 April 2020 yang menghasilkan 12 nama. Kemudian 12 nama calon yang lolos di tahap akhir tersebut akan diserahkan kepada Presiden Jokowi.

Dari 12 nama tersebut, Presiden berhak memilih enam nama untuk selanjutnya dilantik menjadi Komisioner Kompolnas.

Sesuai aturan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 39 ayat 2, disebutkan anggota Kompolnas terdiri dari tiga unsur pemerintah, tiga tokoh masyarakat dan tiga pakar kepolisian.

"Seluruhnya (anggota Kompolnas) ada sembilan, tiga dari pemerintah yakni Menkopolhukam, Mendagri, Menkumham. Enam orang di luar itu yakni tiga unsur polisi dan tiga tokoh masyarakat," ujar Ketua Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota Kompolnas, Suparman Marzuki, Februari 2020 lalu.