Bisa saja angka penularan yang tadinya dianggap mengalami penurunan, tiba-tiba justru meningkat.

Ahli Wabah Universitas Indonesia Pandu Riono, mengeritik komentar pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyebut, Jawa Timur sudah melewati puncak penularan virus corona. Pandu meminta Khofifah jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Alasannya, penentuan turunnya puncak penularan corona juga memperhatikan rentang waktu ada tidaknya penularan baru pada suatu wilayah.

"Mungkin saja, tapi kita lihat dulu. Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan karena kan harus disimpulkan selama dua minggu," kata Pandu dikutip Rabu, (29/7).

Pandu menjelaskan, bisa saja angka penularan yang tadinya dianggap mengalami penurunan, tiba-tiba justru meningkat jumlahnya di minggu berikutnya. "Iya (bisa ada peningkatan). Kita lihat dulu, sabar," katanya dikutip kumparan.

Khofifah, lanjutnya, sebaiknya meningkatan jumlah tes di Jawa Timur ditingkatkan agar kasus baru tak terjadi. Sebab, belum tentu angka corona pasti turun, jika jumlah tes masih kecil.

"Testing-nya harus ditingkatkan. Jangan cepat berpuas diri dengan turunnya kasus kalau testing-nya enggak tinggi," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelumnya mengumumkan, jika fase puncak penularan virus di Jawa Timur sudah lewat. "Saya sampaikan insyaallah puncaknya sudah lewat," kata Khofifah dalam diskusi daring bersama SindoNews, Selasa (28/7).

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data yang ia miliki dan hasil analisis, penurunan penularan virus corona di Jawa Timur terjadi pada minggu ketiga bulan Juli.

"Jadi pada minggu pertama dan kedua Juli, sudah penurunan di minggu ketiga. Penurunan sudah 33,4 persen," jelas Khofifah.