Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengimbau mobil barang dengan sumbu tiga atau lebih tidak menggunakan jalan tol untuk kembali ke Jakarta saat arus balik Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

Kemenhub menyarankan mobil barang menggunakan jalan arteri sebagai opsi rute perjalanan ke ibu kota. "Dalam rangka mempersiapkan arus balik selama periode libur Idul Adha, mengimbau bagi mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih untuk tidak kembali ke Jakarta dengan menggunakan jalan tol," tulis keterangan resmi Kemenhub dikutip Jumat (31/7/2020).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan pada H-1 Idul Adha, menunjukkan peningkatan volume lalu lintas. Di mana, volume kendaraan cenderung mengalami peningkatan sejak H-4 Idul Adha, hingga H-2. Peningkatan mencapai 18% kendaraan ke luar Jakarta, atau sebanyak 145.596 kendaraan. Sementara, kendaraan masuk Jakarta berjumlah 120.589 kendaraan. "Saat ini berdasarkan laporan yang saya dapatkan cenderung ada kenaikan volume lalu lintas di jalan tol pada periode libur Iduladha, imbauan ini untuk mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada beberapa ruas jalan tol dan jalan nasional," jelasnya.

Budi mengimbau, truk untuk sementara menghindari menggunakan jalan tol, sebagai opsi truk dan kendaraan sumbu tiga dapat menggunakan jalan arteri sebagai opsi rute perjalanan. Dan, arus balik menuju Jakarta diprediksi jatuh pada hari Minggu (2/8/2020). "Dengan demikian mobil barang logistik sumbu 3 ke atas diharapkan menggunakan jalan arteri (non tol) yaitu melalui Jalur Pantura Semarang-Cirebon-Indramayu-Karawang-Bekasi," ucapnya.

"Untuk sementara penggunaan tol Trans Jawa mulai dari ruas Semarang sampai dengan Jakarta karena akan diprioritaskan untuk kendaraan pribadi," imbuhnya.

Pihak Jasa Marga mencatat, sebanyak 192.103 kendaraan keluar Jakarta pada H-1 Hari Raya Idul Adha, atau Kamis (30/7/2020). Kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah timur, barat, dan selatan. Volume lalu lintas kendaraan meninggalkan Jakarta juga meningkat hingga 56,1%.