Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melaporkan pendapatan perusahaannya sepanjang 2019. Termasuk perolehan dari jual mansion mewah yang dibeli pengusaha kakap Indonesia.

Dilansir dari Straits Times, Minggu (2/8/2020), pendapatan Trump menurun. Pendapatan dari usahanya, yakni Florida golf resort Mar-a-Lago turun dari US$22,7 juta pada 2018 menjadi US$21,4 juta di 2019. Pendapatan hotel miliknya yang berlokasi tak jauh dari Gedung Putih Washington DC, the Old Post Office, turun dari US$40,8 juta menjadi US$40,5 juta.

Dalam dokumen keuangan tahun 2019 tersebut, Trump juga menampilkan posisi utang hingga aset pribadi. Termasuk aktivitas investasinya. Trump juga melaporkan peningkatan pendapatan dari usaha properti, Trump's Doral Golf, yakni dari US$76 juta menjadi US$77,2 juta.

Dia juga melaporkan transaksi penjualan hunian mewah, atau mansion miliknya di Beverly Hills, California senilai US$13,5 juta atau setara Rp 195,75 miliar (kurs Rp14.500 per US$).

Menariknya, pembeli mansion mewah di lokasi paling kondang senatero jagat itu, adalah kolega bisnisnya asal Indonesia, yakni Harry Tanoesoedibjo. Konglomerat asal Surabaya, Jawa Timur yang dikenal pemilik MNC Grup ini, mengaku akan menjadikan mansion tersebut sebagai rumah keluarga. "Rumah itu rencananya untuk pribadi,” kata HT, sapaan akrab Hary Tanoesudibjo saat dikonfirmasi awak media di Gedung iNews, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Hary Tanoe menegaskan, tak ada yang salah dengan pembelian mansion mewah tersebut. “Beda tipis. Orang beli kok enggak boleh,” lanjutnya.

Selain transaksi dan pendapatan dari bisnis properti, Trump juga menyampaikan pendapatan sebesar US$100 ribu dari royalti buku berjudul The Art Of The Deal. Dia juga memperoleh manfaat pensiun sebesar US$78.000 dari Screen Actors Guild, dan US$8.700 dari American Federation of Television and Radio Artists.