Di Jakarta, jumlah IPL per unitnya paling murah Rp 5 juta.

Pengacara kondang nan nyentrik Hotman Paris Hutapea rupanya bisa juga dilanda stress. Muasalnya, tak lain karena wabah corona yang menghantam seluruh lini bisnis termasuk properti. Sebagai pemilik ratusan apartemen yang tersebar di kota besar seperti Jakarta, Hotman mengaku sedang pusing tujuh-keliling. Itu karena apartemen miliknya kini berstatus kosong melompong akibat tidak ada lagi penyewa.

Meski tanpa penyewa, Hotman tetap saja harus merogoh kocek puluhan juta rupiah per bulan untuk biaya perawatan. Hotman mengaku tetap membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan Apartemen alias (IPL), yang sebelumnya dibebankan kepada penyewa. Di Jakarta, jumlah IPL per unitnya paling murah Rp 5 juta. Paling mahal biasanya dipatok Rp 20 juta per unit setiap bulannya.

"Kalau bisnis apartemen ruko 10 tahun lalu memang menguntungkan. Sekarang jujur saja, gua sudah hancur-hancuran. Saya punya apartemen ratusan belum disewakan (belum ada penyewa). Saya super stress. Sekarang ada lagi lebih sekitar 50 apartemen saya menolak untuk diserahkanterimakan oleh developer agar saya tidak bayar IPL dulu," ujar Hotman saat menjadi pembicara di webinar Era Ascot Talk Show Hukum Restrukturisasi dan Kepailitan, baru-baru ini.

Hotman memahami, kondisi bisnis dan investasi properti sangat tergantung kepada keadaan ekonomi. Jika kondisi perekonomian sedang lesu seperti sekarang maka sektor properti ini juga ikut lesu, termasuk properti untuk sewa.