Juan Carlos tidak mengatakan ke mana dia akan pergi ke pengasingan.

Mantan raja Spanyol, Juan Carlos (82), menyatakan siap meninggalkan negaranya beberapa minggu setelah dia dikaitkan dengan penyelidikan kasus dugaan korupsi.

Menurut pihak Istana, Juan Carlos, 82, telah membuat pengumuman dalam sebuah surat kepada putranya, Felipe yang dia serahi kekuasaan enam tahun lalu.

"Berdasarkan keyakinan untuk melayani rakyat Spanyol, lembaga-lembaganya, dan Anda sebagai raja, saya memberi tahu Anda tentang keputusan saya saat ini untuk pergi ke pengasingan di luar Spanyol," tulis Juan Carlos.

"Ini keputusan yang saya ambil dengan kesedihan yang mendalam, tetapi demi ketenangan pikiran," tambahnya, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (04/08/2020).

Meskipun menyatakan untuk pergi, Juan Carlos tidak mengatakan ke mana dia akan pergi ke pengasingan.

Penyelidikan sedang berlangsung di Swiss dan Spanyol di mana media terus mempublikasikan rincian pengelolaan dana yang mencurigakan. Dana itu diduga dibayarkan kepada mantan kepala negara oleh Arab Saudi.

Mahkamah Agung Spanyol pada Juni mengumumkan penyelidikan untuk menentukan tanggung jawab hukum mantan raja - tetapi karena kekebalan yang ia pegang hanya untuk tindakan yang dilakukan setelah turun takhta.

Kecurigaan berfokus pada 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun yang diduga telah dibayarkan secara diam-diam ke rekening bank Swiss pada 2008.

Setelah serangkaian pengungkapan oleh media, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan pada Juli lalu bahwa "seluruh penduduk Spanyol menerima informasi yang mengganggu yang mengganggu bagi kita semua, termasuk saya".

Pengacara Juan Carlos, Javier Sanchez-Junco, mengeluarkan pernyataan Senin mengatakan kliennya tidak berusaha untuk melarikan diri dari keadilan dengan pergi ke pengasingan dan akan tetap bersedia menghadapi jaksa penuntut.