Produk vaksin bikinan Bio Farma juga telah dipastikan memiliki sertifikat halal, dan sudah digunakan di beberapa negara Timur Tengah.

Kesiapan BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) memproduksi vaksin corona hingga sebanyak 250 juta mendapat apresiasi dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP). Produksi vaksin tersebut merupakan salah satu kemajuan dari usaha pemerintah dalam menanggulangi penyebaran wabah corona.

"Kami berharap proses menemukan dan memproduksi vaksin ini akan berjalan dengan baik tanpa hambatan. Sehingga di awal tahun 2021 kita nyata sudah mendapatkan dan bisa menggunakan vaksin tersebut," ujar Ketua Umum Bara JP, Viktor S. Sirait dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Viktor menambahkan, usaha tersebut memberikan optimisme kepada masyarakat, bahwa ada solusi dari pandemi. Bahwa bangsa ini akan bisa melewati masa-masa sulit akibat pandemi ini, bahwa BUMN kita, Bio Farma, tidak kalah juga dalam hal produksi vaksin dan obat-obatan.

"Gerak cepat Erick Thohir ini kita apresiasi dan berharap juga ada langkah yang sama untuk penanganan soal ekonomi yang diprediksi akan mengalami resesi dalam waktu dekat ini. Hal ini perlu ditangani cepat sehingga kesulitan-kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat tidak terlalu berdampak terlalu jauh kepada kehidupan masyarakat.”

Viktor melanjutkan, optimalisasi produksi dalam negeri harus ditingkatkan, produk-produk dalam negeri harus dibangun dan saatnya bangsa ini menggunakan kesulitan ini untuk berbenah untuk memperkuat ekonomi produksi yang mandiri, yang tidak tergantung dengan luar. 

"Bangsa ini punya sumber daya manusia dan sumber alam yang cukup baik untuk bisa mandiri dan tidak tergantung dengan negara lain," katanya.

Ia berharap seluruh tokoh bangsa dan elemen masyarakat perlu mendukung upaya mempercepat pemulihan penanganan kesehatan dan ekonomi ini, aktifitas sehari-hari harus berjalan semestinya namun tetap mengikuti seluruh protokol kesehatan.

"Kita bangun optimisme, bahwa bangsa ini akan mampu melewati masa masa sulit ini," ujarnya.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan Bio Farma mampu memproduksi vaksin virus corona dengan kapasitas sebanyak 250 juta dosis per tahun pada akhir 2020.

Hal itu disampaikan Erick Thohir saat melakukan kunjungan ke laboratorium dan fasilitas produksi Bio Farma, perusahaan induk BUMN di bidang farmasi, di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 4 Agustus 2020. Dia memastikan, Bio Farma saat ini sudah siap memproduksi 100 juta dosis vaksin corona.

"Hari ini saya memastikan Bio Farma saat ini sudah siap memproduksi 100 juta dosis vaksin per tahun dan di akhir tahun siap memproduksi 250 juta dosis per tahun," ujar Erick.

Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu mengatakan, salah satu fokus utama Komite yang ia pimpin dalam upaya percepatan penanganan pandemi adalah melipatgandakan ketersediaan vaksin dan terapi pengobatan yang sangat krusial untuk menanggulangi pandemi.

Terkait hal itu, Erick mengajak masyarakat menaruh kepercayaan kepada Bio Farma yang telah memproduksi vaksin sejak 1890 dan dipercaya lebih dari 150 negara dalam memproduksi 15 jenis vaksin, dengan pangsa pasar 75 persen vaksin polio yang menyebar di seluruh dunia.

Produk vaksin bikinan Bio Farma juga telah dipastikan memiliki sertifikat halal, dan sudah digunakan di beberapa negara Timur Tengah.

"Mari kita percaya atas kemampuan bangsa sendiri. Jangan ragukan kemampuan Bio Farma yang sudah teruji, baik untuk memproduksi vaksin yang dihasilkan dari kerjasama dengan negara lain juga vaksin murni karya Bio Farma sendiri," kata Erick.

"Ini karya anak bangsa. Kita maksimalkan uji klinis dan produksi vaksin Covid-19 agar tahun depan masyarakat dapat segera diimunisasi," ujar dia.