Presiden Joko Widodo (Jokowi) serius kecewa dengan capaian ekonomi kuartal II-2020 yang minus 5,32%. Kuartal selanjutnya, presiden wanti-wanti jangan sampai minus lagi.

Hal itu diutarakan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir bahwa Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memulihkan ekonomi yang terkontraksi hingga minus 5,32% di kuartal II-2020.

Erick mengaku, Jokowi ingin perekonomian di kuartal III-2020, tidak negatif. Atau sudah pulih ketimbang kuartal II lalu. "Pak Presiden mengharapkan bersama-sama, baik di Komite, pemda, seluruh kementerian, kalau bisa di kuartal III bounce back (pulih). Jangan minus lagi," ucapnya, Jumat (7/8/2020).

Erick mengakui, tugas tersebut tak mudah. Diperlukan kerja keras dari seluruh jajaran pemerintah untuk membawa Indonesia selamat dari resesi. Namun, pemerintah tak patah arang. Erick menyatakan pemerintah mengusahakan segala cara untuk segera memulihkan pertumbuhan ekonomi dengan mendongkrak daya beli masyarakat.

Setelah serangkaian stimulus dan bansos yang telah lebih dulu diberikan, terakhir, pemerintah mengumumkan akan memberikan bansos (BLT) kepada pekerja formal bergaji di bawah Rp5 juta per bulan. Di mana, BLT sebesar Rp600 ribu yang diberikan selama 4 bulan dalam dua tahap pencairan tersebut diberikan kepada 13,8 juta pekerja yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.

Erick menyebut, program yang menelan anggaran sebesar Rp31 triliun tersebut rencananya dicairkan mulai September mendatang sebesar Rp1,2 juta sekaligus untuk setiap penerima. Selain itu, dia menyebut, pemerintah masih akan menggelontorkan stimulus pro konsumsi lain dalam waktu dekat. Namun, ia tidak menjelaskan stimulus yang dimaksudkan.

Erick menuturkan bahwa Presiden juga berharap program-program lintas kementerian yang telah dicanangkan dapat digelontorkan dengan lebih cepat. "Presiden sangat mengharapkan Menteri mulai menggelontorkan program-programnya. Kami harapkan Indonesia bisa tumbuh kembali," tandas Erick.