Sisi kesehatan, Ma'ruf Amin menyoroti penularan COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Ia lantas meminta agar semua pihak melaksanakan tes secara masif dan terus berpedoman pada protokol kesehatan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut, provinsi lain selain DKI Jakarta tak serius dalam melakukan tes swab Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.  Ma'ruf membandingkan data jumlah tes COVID-19 di DKI Jakarta saat ini masih menempati urutan tertinggi secara nasional.

"Yang terjadi pada saat ini adalah DKI yang penduduknya hanya 5 persen tetapi menyerap hampir 50 persen pelaksanaan swab tes. Ini artinya provinsi lain tidak melaksanakan tes masif secara serius," kata Ma'ruf Amin saat memimpin Rapat Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual, Kamis (13/08/2020).

Berdasarkan data di situs corona.jakarta.go.id per 11 Agustus 2020, jumlah orang yang telah menjalani testing PCR di Jakarta sebanyak 464.122 orang.

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin membeberkan bahwa di masa pandemi ini pemerintah fokus mengatasi persoalan ekonomi dan kesehatan.

Sisi kesehatan, Ma'ruf Amin menyoroti penularan COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Ia lantas meminta agar semua pihak melaksanakan tes secara masif dan terus berpedoman pada protokol kesehatan.

"Berbagai rencana aksi dalam menangani pandemi Covid-19 sudah disusun pemerintah seperti pelaksanaan tes secara masif, tracing/tracking, dan pelaksanaan protokol kesehatan," tandas Wapres Ma'ruf Amin.

Selain itu, Ma'ruf Amin mengatakan, tingginya kasus penularan COVID0-19 belakangan ini memicu ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Imbasnya, kelas menengah Indonesia enggan melakukan kegiatan ekonomi seperti biasanya.

"Termasuk melakukan belanja dan konsumsi, ini juga menimbulkan ekonomi tidak berjalan," jelasnya.

Oleh sebab itu Wapres Ma'ruf Amin mengajak jajarannya untuk membangun kepercayaan bahwa pemerintah dapat menanggulangi pandemi ini dengan sistematis, evidence-based, dan ilmiah. Kunci melakukan itu, kata Ma'ruf Amin, ada pada penyerapan APBN di bidang kesehatan iuntuk menanggulangi pandemi COVID-19.

"Pada gilirannya akan membangun kepercayaan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk melakukan kegiatan ekonomi kembali. Inilah satu-satunya jalan bagi kita untuk memutar kembali roda perekonomian," kata dia.