Menurut Krauss, saat ini Airobotics juga sedang dalam pembicaraan dengan kota-kota lain dalam mengerahkan drone untuk mencegah pelanggaran jarak sosial. Uji coba operasional drone pun masih terus dilakukan.

Demi meminimalisasi penyebaran Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, Pemerintah Singapura mengerahkan drone untuk memantau pergerakan masyarakat agar bisa terus menerapkan protokol kesehatan. Warga Singapura diawasi semakin ketat dalam penerapan menjaga jarak sosial.

Dikutip dari Reuters, polisi Singapura telah menguji coba dua drone tanpa pilot untuk membantu menerapkan jarak sosial. Mesin seberat 10 kg ini dikembangkan oleh Airobotics Israel yang diprogram untuk melacak sebuah pertemuan dan mengirimkan rekamannya ke polisi.

Percobaan selama 3,5 bulan dilakukan di atas kawasan industri di barat kota. Menurut Airobotics Operasional drone perdana ini telah disetujui untuk terbang di atas kota metropolitan.

"Pandemi telah membuat situasi di mana menjadi sulit untuk pihak berwenang melakukan operasi," tambahnya.

Badan Sains & Agency Teknologi (HTX) pemerintah Singapura mengatakan telah menguji drone dengan polisi. Menurut Insinyur Senior dari HTX Robotics, Low Hsien Meng, drone ini dapat menentukan suatu lokasi dan memperbesar area yang mungkin tak terlihat oleh polisi dengan berjalan kaki atau di dalam kendaraan.

Menurut Krauss, saat ini Airobotics juga sedang dalam pembicaraan dengan kota-kota lain dalam mengerahkan drone untuk mencegah pelanggaran jarak sosial. Uji coba operasional drone pun masih terus dilakukan.

Sebelumnya, Singapura juga pernah mengerahkan robot yang berkeliling untuk mencegah warga berkerumun. Mobil robot yang memiliki kamera pengawas 360 derajat akan terus mengingatkan warga untuk menerapkan jarak satu sama lain.

Negara ini dikenal dengan undang-undang yang ketat dan pengawasan yang luas sempat mendapat pujian karena dapat menahan penyebaran virus. Namun wabah masal di asrama pekerja migran membuat kasusnya meningkat tajam.

Hingga hari ini, Jumat (14/08/2020), Singapura memiliki 55.497 kasus COVID-19, dengan pasien sembuh 50.736. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal dunia ada 27 orang.