Atas dasar itu, Mardani Ali Sera menyatakan aksi nyata dari kepala negara yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan sebagaimana disampaikan dalam pidatonya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

"Sebanyak 215 negara, tanpa terkecuali, sedang menghadapi masa sulit di tengah pandemi COVID-19. Dalam catatan WHO, sampai dengan tanggal 13 Agustus kemarin, terdapat lebih dari 20,4 juta kasus di dunia, dengan jumlah kematian di dunia sebanyak 744 ribu jiwa. Semua negara, negara miskin, negara berkembang, termasuk negara-negara maju, semuanya sedang mengalami kemunduran karena terpapar COVID-19,” urai Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyebut, bahwa krisis perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Ia menambahkan bahwa kuartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih plus 2,97 persen, tapi di kuartal kedua telah berada di minus 5,32 persen. 

"Ekonomi negara-negara maju bahkan minus belasan persen, sampai minus 17-20 persen. Kemunduran banyak negara-negara besar ini bisa menjadi peluang dan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan,” kata Presiden.

Ibarat komputer, lanjut Presiden, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara, menurut Presiden, harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan restart, harus melakukan rebooting dan semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya. 

"Inilah saatnya, Bangsa Indonesia membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar baik di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan serta saatnya membajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut harapan Presiden Jokowi tersebut tidak realistis karena tidak didukung oleh kebijakan yang terarah. Mulai dari perombakan kabinet hingga penajaman anggaran untuk penanganan COVID-19.

"Pandangan saya, jangankan melompat, berjalan pun kita susah kalau tidak ada perubahan fundamental. Mulai dari line up kabinet, penajaman anggaran. UMKM kita jangankan suruh lari sekarang, siuman dari pingsannya saja berat," kata Mardani Ali Sera kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/08/2020).

Atas dasar itu, Mardani Ali Sera menyatakan aksi nyata dari kepala negara yang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan sebagaimana disampaikan dalam pidatonya.

"Bicara mudah, aksi yang ditunggu oleh kita semua. Aksi itu jelas, 1,2, 3 hari ke depan ini apa aksi Pak Jokowi dari pidato yang di atas dalam tanda kutip, bagus pidatonya," pungkasnya.