Chattan mengakui jika keputusan tersebut memang telah memberikan dampak buruk di sektor pariwisata Thailand. 

Ancaman wabah corona masih terus menghantui seluruh dunia. Namun ketika banyak negara mulai membuka pintu pariwisata seperti Indonesia demi mengimbangi laju ekonomi, Thailand tetap konsisten untuk sementara menutup diri. 

Diketahui, Indonesia seperti dilontarkan Menko Marves Luhut Panjaitan akan mulai membuka diri terhadap pintu pariwisata. Bahkan sejumlah program untuk menarik wisatawan telah disiapkan oleh pemerintah Indonesia.

Namun bagi Thailand, opsi itu sama sekali tidak dipertimbangkan. Demi membasmi virus corona, Thailand bahkan siap menutup pariwisatanya hingga 2021 mendatang. Dengan kata lain, turis asing akan tetap dilarang berkunjung ke Thailand hingga tahun depan.

“Saya tidak melihat sinyal dari pemerintah bahwa Thailand akan dibuka kembali tahun ini. Periode Natal, biasanya musim ramai, dalam bahaya dan saya melihat Tahun Baru Imlek di bulan Februari dengan mengerikan,” papar Wakil gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Chattan Kunjara Na Ayudhya seperti dikutip dari Travel and Leisure, Sabtu (15/8/2020).

Chattan mengakui jika keputusan tersebut memang telah memberikan dampak buruk di sektor pariwisata Thailand. 

Tak hanya bagi turis, Thailand juga menerapkan peraturan yang ketat bagi warga negara manapun yang akan mengunjungi Negeri Gajah Putih itu. Saat ini, hanya ada sejumlah kelompok orang yang diizinkan untuk mendatangi Thailand seperti diplomat, pejabat PBB, hingga pemegang visa Thailand Elite. Selain itu, Thailand juga berencana untuk mengizinkan negara-negara tertentu untuk pariwisata medis. 

Di pihak lain, kebijakan Pemerintah Thailand tersebut dalam menangani pandemi virus corona mendapatkan pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).