Segala sektor yang sempat diizinkan dengan ketentuan pengurangan kapasitas dan protokol kesehatan lainnya kembali harus ditutup.

Terus meningkatnya kasus positif virus corona di Indonesia semakin membuat ketidakpastian ekonomi nasional. "Dengan adanya perkembangan Covid-19 terutama akhir-akhir ini, kita melihat ketidakpastian meningkat mungkin sampai untuk tahun 2020 dan mungkin masih akan berlangsung hingga tahun 2021,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jumat (11/9/2020).

Kendati eskalasi kasus positif Covid-19 terus bertambah, mantan Direktur Pelaksan Bank Dunia ini tetap optimistis menatap hari depan, menurut dia saat ini pemerintah tengah berupaya keras untuk melawan pagebluk corona yang sudah hampir 6 bulan menyerang tersebut.

"Kita tetap waspada, namun tidak kehilangan fokus untuk terus optimis di dalam mengatasi dampak Covid-19," ucapnya.

Di saat sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malah memutuskan untuk menarik 'rem' darurat di tengah merebaknya virus corona. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di masa awal pandemi Maret lalu kembali diterapkan.

Artinya, dengan kebijakan ini, maka Jakarta kembali mengencangkan pembatasan kegiatan yang sempat dilonggarkan saat PSBB transisi.

Segala sektor yang sempat diizinkan dengan ketentuan pengurangan kapasitas dan protokol kesehatan lainnya kembali harus ditutup.

Kendati demikian, ada 11 sektor yang boleh diizinkan dibuka. Pasalnya mereka dianggap kegiatan yang penting bagi masyarakat untuk menunjang kebutuhan selama masa PSBB total ini.

Anies sendiri dalam pemaparannya menyatakan kondisi penularan virus corona di Jakarta saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tuas rem darurat ini harus ditarik jika tidak ingin situasi lebih parah lagi.