Bapak Kepala Suku berpesan, dia ingin anak-anak Papua atau Indonesia Timur lainnya memiliki rasa yang sama. Ingin berkontribusi membangun Indonesia yang sama. Kalau mau tes di sana jangan bikin malu. Jadi contoh yang baik

Berbekal tanda tangan Kepala Suku sebagai salah satu persyaratan mengikuti seleksi pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi khusus Putra/Putri Papua/Papua Barat yang diberikan Pemerintah, Lucellia Louise Gerardine (26), mencoba peruntungannya mengikuti tes CPNS di Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ESDM ia pilih karena menurutnya Kementerian ini merupakan salah satu dari lima Kementerian terbaik dalam pelaksanaan seleksi CPNS menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT).

"Tahun lalu 2019 saya mendaftar di Kementerian ESDM, tahun sebelumnya saya ikut tapi tidak lulus. Saat itu, sehabis tes muncul berita mengenai 5 kementerian terbaik melakukan CAT. Salah satunya adalah Kementerian ESDM. Aku lihat, Kementerian ESDM itu nomor 2 atau 3 melakukan CAT dengan peserta yang tertib dan juga transparan. Karena itu saya memutuskan untuk coba (tes) di Kementerian ESDM," ujar Lucellia yang akrab dipanggil Lulu, saat ditemui usai melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Jakarta, Rabu (9/9) lalu.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui PermenPAN-RB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, menyatakan bahwa kebutuhan formasi khusus terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat Cumlaude, Diaspora, Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, serta Tenaga Pengamanan Siber.

Kementerian ESDM saat ini membuka 50 formasi CPNS yang terdiri dari 20 jabatan, dengan rincian: 43 formasi umum, 5 formasi cumlaude, 1 formasi disabilitas dan 1 formasi Putra-Putri Papua dan Papua Barat. Putra dan putri keturunan Papua dapat mendaftar CPNS dengan membawa berkas tambahan seperti akte kelahiran atau surat keterangan lahir kemudian diperkuat dengan surat keterangan dari kepala desa atau kepala suku.

"Menjadi pengalaman tersendiri saat meminta surat rekomendasi dari Kepala Suku Wamesah. Jadi saya harus ke Manokwari, ketemu kepala suku, ngomong dulu mau ke Kementerian ESDM, mohon doa dan tandatangannya," ungkap Lulu.

"Kepala Suku Wamesah itu dari orang pesisir Wandamah. Kepala suku namanya Obet Arikayok, kepala suku untuk 3 suku besar di Papua. Dia selain Kepala Suku Wamesah juga Kepala Suku Atas Arfah dan Doreri. Beliau orang yang sangat dihormati disana," jelas Lulu.

Lulu mengutarakan bahwa kepala Suku berharap dan berkeinginan agar anak-anak Papua atau Indonesia Timur dapat memberikan kontribusi untuk membangun bangsa Indonesia.

"Bapak Kepala Suku berpesan, dia ingin anak-anak Papua atau Indonesia Timur lainnya memiliki rasa yang sama. Ingin berkontribusi membangun Indonesia yang sama. Kalau mau tes di sana jangan bikin malu. Jadi contoh yang baik," ujar Lulu.

Lulusan SMAN 1 Manokwari ini berharap dirinya dapat diterima di Kementerian ESDM sehingga dapat menjadi contoh dan dapat memotivasi putra dan putri Papua yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil.

"Ikut tes di sini rasanya campur aduk. Soalnya bersifat umum, lokasinya takut salah kantor. Tapi seneng juga kalau kita punya kesempatan yang sama dengan yang lainnya. Saya berpikir dengan saya membuktikan saya bisa masuk ke Kementerian ESDM, saya bisa memotivasi. Mereka malu, padahal mereka mau," canda Lulu.