Dengan luas 4.300 hektar, Batang juga menyediakan tempat untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakini Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah merupakan tempat terbaik untuk para investor.Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dari sisi pelayanan, para calon investor hanya tinggal datang membawa modal atau teknologi. Proses perizinannya akan diurus langsung pemerintah.

“Tanahnya jauh lebih murah dari Vietnam. Di bawah Rp1 juta. Tidak ada masalah sosial. Upah tenaga kerja hanya Rp2 juta per bulan,” katanya dalam diskusi virtual, Rabu (16/9/2020).

Bahlil menjelaskan bahwa dari sisi infrastruktur, jarak Batang dengan jalan tol hanya 250 meter. Di situ juga dekat dengan kereta barang dan pelabuhan. Dengan luas 4.300 hektar, Batang juga menyediakan tempat untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Seluruh infrastruktur dasar sudah dibiayai langsung oleh negara.

Sementara itu, saat ini sudah ada tiga perusahaan besar yang sudah masuk ke Batang. Total lahan yang dimanfaatkan seluas 140 hektar.

“Ada pabrik kaca, otomotif, dan baterai. Sebagian akan di-launching akhir tahun ini,” jelas Bahlil.

Pemerintah Indonesia terus mengawal rencana investasi tujuh perusahaan yang sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di Batang pada 30 Juni 2020.

Nilai investasinya diperkirakan mencapai US$850 juta atau setara Rp11,9 triliun, dengan lokasi tujuan investasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Sumatera Utara. Diperkirakan penyerapan tenaga kerja di wilayah-wilayah tersebut mencapai 30.000 orang.