Lantas bagaimanakah aturannya? Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberikan penjelasan.

Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pengetatan di berlakukan sejak Senin, 14 September 2020 lalu, belakangan ramai soal razia masker yang dilakukan petugas gabungan di berbagai lokasi di Jakarta.

Termasuk bagi para pengendara mobil pribadi yang sendirian di kendaraan. Tak sedikit pengendara mobil pribadi yang protes. Sebagian pihak menilai, saat berkendara sendiri di mobil tanpa adanya penumpang lain, tidak perlu pakai masker. Sebab, tidak ada potensi penularan ke orang lain atau potensi ditulari.

Bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial adanya seorang warga yang sedang mengemudikan mobil seorang diri. Pengemudi itu kemudian terjaring razia di DKI Jakarta akibat membuka maskernya. Dia keberatan karena hanya sendiri di dalam mobil.

Lantas bagaimanakah aturannya? Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memberikan penjelasan. Menurutnya, aturan terkait penggunaan wajib masker di Jakarta sudah diatur dengan jelas di Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020.

"Kalau kita lihat Pasal 4 Pergub DKI 79/2020, menyatakan bahwa setiap orang di DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu meliputi menggunakan masker yang menutupi mulut hidung dan dagu di luar rumah dan atau menggunakan kendaraan bermotor," kata Wiku dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Berikut bunyi Pasal 4 Pergub 79

Pasal 4

(1) Setiap orang yang berada di Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan perlindungan kesehatan individu, yang meliputi:

a. menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut, dan dagu, ketika:

1. berada di luar rumah;

2. berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahuistatuskesehatannya; dan/atau

3. menggunakan kendaraan bermotor;

Wiku meminta masyarakat agar mematuhi aturan itu. "Mohon diikuti aturan tersebut karena itu upaya untuk melindungi diri kita semua," tutup dia.

Sebelumnya sanksi bagi warga DKI Jakarta yang tidak mengenakan masker saat berada di mobil sendirian menjadi pembahasan hangat di media sosial.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, menilai aturan itu tidak efektif menekan penularan corona karena tidak ada interaksi dengan orang lain.

Sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial dengan menampilkan rekaman seorang warga sedang antre membayar denda karena melanggar aturan protokol kesehatan.

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, seorang wanita tampak mengenakan masker dan sedang antre untuk membayar denda. Dia kemudian mempertanyakan penerapan aturan bagi warga yang melanggar protokol kesehatan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengetatan.

Pasalnya, dia dikenakan denda karena tak mengenakan masker saat berada di dalam mobil. Padahal dia hanya menurunkan masker selama beberapa detik untuk bernapas.

Warga tersebut mempertanyakan alasan Satpol PP mengenakan sanksi denda kepada dirinya, padahal dia sedang berada di dalam mobil seorang diri.

"Tadi aku sendirian, benar-benar enggak ada orang (sambil menunjukkan suasana di dalam mobil)," ujar warga itu.

Dia selanjutnya mengimbau warga tetap menggunakan masker di mana pun dan kapan pun selama beraktivitas di luar rumah.

Tak hanya itu, dia juga mengkritik cara pembayaran denda pelanggaran protokol kesehatan yang dinilai menimbulkan kerumunan warga.

"Orang sehat sendirian di dalam mobil disuruh pakai masker. Ini dekat-dekatan sama strangers yang enggak tahu kondisinya bagaimana. Kalau emang tujuannya mengurangi penyebaran Covid-19, ya tolong konsisten (sambil menunjukkan suasana antrean pembayaran denda pelanggaran protokol kesehatan)," ungkap warga itu.