selain ada uang, kantong plastik itu juga berisi berisi bongkahan emas,

Nicolas Escobar, keponakan Raja Kokain Pablo Escobar, menemukan uang tunai sebesar 14 juta poundsterling atau sekitar Rp268 miliar yang terbungkus kantong plastik di ruang bawah tanah di salah satu rumah milik pamannya.

Kepada media lokal, Red Mas Noticias, Nicolas menceritakan bahwa dirinya menemukan 'harta karun' di sebuah tempat persembunyian di dinding rumah pamannya di kawasan Medellin, Kolombia.

Nicolas menemukan 'harta karun' di salah satu rumah milik pamannya. (Foto: istimewa)

Nicolas tadinya mencium bau tidak sedap dari bagian tertentu di rumah itu. Setelah membongkar dinding, dia menemukan tempat persembunyian itu.

"Baunya 100 kali lebih buruk dari bau sesuatu yang telah mati. Banyak uang kertas kotor yang sudah membusuk disimpan di dinding dan tidak dapat digunakan lagi," katanya.

Nicolas mengatakan, rumah tersebut merupakan markas besar sindikat narkoba dan kokain yang dikelola Pablo Escobar. Ia juga mengatakan ini bukan pertama kalinya dia menemukan uang di tempat-tempat yang digunakan pamannya.

Ia menambahkan, selain ada uang, kantong plastik itu juga berisi berisi bongkahan emas, radio komunikasi, tape perekam, mesin tik, pena dan kamera. Tapi karena sudah terlalu tua, film di kamera itu tidak bisa diproses lagi.

Medellin adalah pusat sindikat narkoba Kolombia yang terkenal kaya dan brutal. Di kota itu masih banyak beredar berbagai ceritab tentang Pablo Escobar, yang diserbut-sebut sebagai penjahat terkaya dalam sejarah, dengan pendapatan miliaran dolar setahun.

Uang yang milik Pablo Escobar. (Foto: istimewa)

Pablo Escobar dituduh memerintahkan atau melakukan sendiri pembunuhan atas sekitar 6000 orang. Kekayannya ditaksir sekitar 50 miliar dolar.

Dia konon memiliki yacht mewah, kebun binatang pribadi dan kuda pacuan yang mahal. Setiap hari, sindikat narkoba Medellin menyelundupkan sampai 15 ton Kokain dengan AS sebagai tujuan utama pasarnya.

Pablo Escobar tahun 1991 menyerahkan diri kepada pihak berwenang, dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara atas sejumlah dakwaan, tetapi dia mencapai kesepakatan dengan Presiden Kolombia saat itu, Cesar Gaviria, bahwa dia akan ditahan dalam penjara yang dia bangun sendiri dan tidak akan diekstradisi ke AS.

Tahun 1992, aparat keamanan bermaksud memindahkan Pablo Escobar ke fasilitas tahanan lain, tetapi dia melarikan diri dan sempat menghilang.

Tahun 1993 dia ditemukan di Medellin dan ditembak mati polisi ketika mencoba melarikan diri di atap-atap rumah. Pablo Escobar tewas pada usia 44 tahun.