Selain berbagai proyek infrastruktur tersebut, Kemenko Marves juga terus mengawal proyek pembangunan Pelabuhan Arar (Sorong), Pelabuhan di Kawasan Industri Galang Batang (Bintan), Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung (Sumatera Utara)

Perkembangan proyek pembangunan infrastruktur konektivitas, di berbagai wilayah Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Program/Kegiatan Lingkup Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, yang dilaksanakan Bandung 24 – 26 September 2020.

Asisten Deputi Infrastruktur Konektivitas Rusli Rahim, dalam laporan resmi hasil sinkronisasi, koordinasi dan pengendalian hingga 24 September 2020, menyebutkan antara lain: Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Manggarai Barat, hingga 10 September 2020 progress pembangunan sisi laut, sudah 29,86 persen, dan sisi darat sudah mencapai 26,80 persen.

“Dokumen Penetapan UKL/UPL dan lzin Lingkungan sudah di PT. Pelindo III (Persero), tinggal diteruskan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkap Asdep Rusli berdasarkan keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Terminal Multipurpose Wae Kelambu ditujukan untuk mendukung Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata super prioritas. Rencananya, Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan diperuntukan untuk lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo serta curah cair sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo.

Adapun progres Pelabuhan Patimban, Jawa Barat: pembangunan Dermaga dan Reklamasi sudah mencapai 81, 98 persen (per 13 September 2020), Breakwater dan Seawall 55, 620 persen  (per 13 September 2020), Jembatan Akses 11, 9848 persen (per 16 September 2020), dan perkembangan access road 93.56 % (per 03 agustus  2020).  Ditargetkan pada Desember 2020 pelabuhan yang berlokasi di Kabupaten Subang ini dapat mulai beroperasi melayani pengiriman barang terutama untuk ekspor dan impor (Car Terminal).

“Industri yang berada di kawasan Bekasi Timur dan Karawang nantinya bisa melalui Pelabuhan Patimban, sedangkan untuk industri yang berada di Bekasi Barat dan Tangerang tetap melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Intinya, kelancaran konektivitas pengiriman barang/logistik melalui pelabuhan,” jelas Asdep Rusli.

Lebih lanjut, terkait perkembangan Bandara Sibisa di Kabupaten Toba, saat ini sedang berjalan pekerjaan pelapisan (overlay) runway dan apron existing, dengan perpanjangan runway menjadi 1.630 meter dan pada tahun 2021 direncanakan perpanjangan runway menjadi 2.000 meter. “Pengembangan yang dilakukan terhadap Bandar Udara Sibisa, diharapkan pada jangka menengah dapat mendorong didirikannya sekolah penerbangan di Kabupaten Toba, Sumatera Utara,” pungkasnya

Selain berbagai proyek infrastruktur tersebut, Kemenko Marves melalui Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, juga terus mengawal proyek pembangunan Pelabuhan Arar (Sorong), Pelabuhan di Kawasan Industri Galang Batang (Bintan), Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung (Sumatera Utara).

Pengawalan program-program yang menjadi arahan Presiden juga terus dilakukan, termasuk Pengembangan Hub dan Superhub (Pelabuhan dan Bandara) yang merupakan konsep pengembangan wilayah bersumber dari daya saing berbasis lokasi, maupun yang berkembang dengan dukungan ekonomi dan sumber daya manusia, dengan mengkombinasikan pendekatan cluster dan hub transportasi untuk menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi.