Peserta diklat geowisata akan dapat melihat secara langsung bagaimana proses terbentuknya batuan dan sejarah dari batu hias tersebut

Tepat lima hari setelah dibuka secara resmi oleh Ibu Ratna Mirah Tasrif pada Senin (5/10) lalu, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengusahaan Batu Mulia Dan Batu Hias Untuk Masyarakat resmi ditutup. Acara yang merupakan Sinergi dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini bertujuan agar peserta diklat mampu mengenal potensi dan prospek batu mulia, memahami proses dan pengolahan batu mulia serta mengenal jenis geologi batu mulia dan batu hias.

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral Dan Batubara (PPSDM Geominerba) Kementerian ESDM Mohamad Priharto Dwinugroho mengapresiasi seluruh peserta diklat yang telah menunjukkan hasil yang baik.

"Saya pribadi mengucapkan selamat atas keberhasilan teman-teman semua. Saya tidak menyangka apa yang sudah teman-teman paparkan itu sangat hebat, dan baru kali ini saya melihat paparan yang sangat luar biasa. Teman-teman Widyaiswara (pengajar) juga merasa ini hal yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan yang sudah-sudah ataupun yang kita lakukan sebelumnya," ungkap Dwinugroho, di Bandung, Jumat (9/10).

Pengetahuan yang sudah peserta dapatkan dalam diklat selama lima hari ini diharapkan menjadi modal untuk menjadi wirausaha batu hias atau batu mulia dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Perjuangan Bapak dan Ibu sekalian dalam melakukan pendidikan dan pelatihan di Geominerba merupakan modal bapak dan ibu dari apa yang sudah diinisiasi Geominerba dengan Dekranas ini. Hal ini merupakan bentuk perhatian untuk mengolah batu hias dalam rangka menumbuhkan usaha baru dengan mengolah batu hias atau batu mulia menjadi batu yang mempunyai nilai ekonomi," ujarnya.

Guna melengkapi pengetahuan yang sudah didapat, PPSDM Geominerba memberi kesempatan peserta diklat untuk mengikuti diklat geowisata yang akan dilaksanakan tahun depan. Hal ini merupakan apresiasi PPSDM Geominerba agar peserta diklat kali ini juga dapat mengikuti diklat menjadi pemandu wisata (tour guide).

Diklat geowisata ini sangat erat kaitannya dengan diklat pengolahan batu hias. Peserta diklat geowisata akan dapat melihat secara langsung bagaimana proses terbentuknya batuan dan sejarah dari batu hias tersebut.

"Kami memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti diklat geowisata ini. Lokasinya bisa di Bandung atau di Bali," imbuhnya.

Sebagai informasi, diklat batu mulia dan batu hias bagi masyarakat merupakan salah satu upaya dari Kementerian ESDM bersama Dekranas untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam pengerjaan dan pengolahan batu mulia, sehingga peserta mampu menghadapi tantangan pengolahan batu mulia, khususnya di bidang desain, cutting dan penerapan teknologi terkini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dekranas yang telah bersinergi dengan PPSDM Geominerba Kementerian ESDM untuk menlaksanakan Diklat ini. Kami berharap semoga sinergitas ini dapat terus berlangsung di kegiatan-kegiatan lainnya, baik yang berhubungan dengan peningkatan pengembangan sumber daya manusia maupun kegiatan lainnya dalam rangka mendorong masyarakat untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi di daerahnya masing-masing," tukas Dwinugroho.