Pilkada Kabupaten Nias Utara diikuti oleh 89.478 DPT yang tergelar di 276 TPS dan tersebar di 11 Kecamatan

Berdasarkan posisi geografis, Kabupaten Nias Utara diapit oleh Samudera Hindia di sebelah utara dan barat, kota Gunungsitoli dan Samudera Indonesia di sebelah timur dan Kabupaten Nias dan Nias Barat di sebelah selatan. Sebagai salah satu kabupaten yang terdapat di dalam wilayah Propinsi Sumatera Utara, Kabupaten Nias Utara menempati areal seluas 1.501,63 Km2 yang terdiri dari 11 kecamatan dan 113 Desa/Kelurahan (112 desa dan 1 kelurahan). Kabupaten Nias Utara terdiri dari 15 buah pulau besar dan kecil. Banyaknya pulau yang dihuni 6 pulau dan yang tidak dihuni 9 pulau. Karakteristik fisik topografi daratan Kabupaten Nias Utara sebagian besar berbukit-bukit sempit dan terjal.

Penduduk Kabupaten Nias Utara umumnya adalah  Suku bangsa Melayu, Batak, Jawa, Minangkabau, Aceh, Tionghoa, dll.  Agama mayoritas yang dianut adalah Kristen Protestan sebesar 68.93% dari jumlah total penduduk. Jumlah total penduduk menurut BPS 131.346 jiwa dengan kepadatan 109,2 jiwa/km2. Persentase pemeluk agama sebagai berikut Islam (5.24%) Kristen Protestan, (68.93%) dan Katolik (25.83%).

Fenomena pernikahan dini di Kabupten Nias Utara hampirhampir tidak terdeteksi sehingga sulit disuarakan namun sering berlangsung di perdesaan. Kondisi ini telah membuat banyak perempuan didaerah ini tidak bisa lagi menikmati masa depan dan tak punya akses terhadap perbaikan kualitas hidup karena mereka harus bertanggung jawab terhadap keluarga serta mengasuh anak. Pernikahan dini dapat berpengaruh pada kesehatan, khususnya bagi perempuan beresiko tersebut juga akan berpengaruh bagi kesehatan perempuan yang hamil pada usia yang masih belia karena belum matangnya organ reproduksi. Kondisi ini memperburuk kesehatan perempuan, dan berpotensi menyebabkan kematian ibu ketika melahirkan. Menurut data Kementrian Kesehatan RI tahun , lebih dari separuh perempuan hamil di Nias mengalami defisit energi dan angka kematian ibu melahirkan didaerah Pulau Nias adalah yang teringgi di Sumatera Utara.

PDRB  Nias Utara tahun 2019 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 3.515,98 miliar dan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 2.332,44 miliar. Pertumbuhan Ekonomi Nias Utara tahun 2019 sebesar 4,65 persen lebih tinggi dibanding tahun 2018 sebesar 4,42 persen. Pertumbuhan tersebut bersumber dari Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 2,07 persen dan 2,58 persen dari lapangan usaha lainnya. 

Dari 17 kategori lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 7,06 persen diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,65 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 6,64 persen, dan jasa pendidikan sebesar 6,37 persen. Lapangan usaha lainnya tumbuh dibawah 6 persen. Luas panen padi sawah: 8.175 ha dengan produksi padi berkisar 38.747 ton; Padi ladang: 77 ha, 211 ton; Jagung (447 ha; produksi 2.383 ton); Ubi kayu (328 ha, 624 ton); ubi jalar (365 ha); kacang tanah (32 ha, 100 ton); Kacang hijau (93 ha, 138 ton). Dari sektor holtikultura seluas 3.146,5 ha luas panen buah-buahan dengan produksi 40.637,75 ton (manga, jeruk, durian, jambu biji, duku/langsat, rambutan, pisang, pepaya, manggis, nenas, belimbing dan nangka). 165 ha luas panen sayuran dengan produksi 1.493 ton (bawang daun, kacang panjang, cabai, terung, ketimun, kangkung dan bayam). Jenis-jenis bahan tambang yang ada di Kabupaten Nias Utara antara-lain bijih besi, batu mangan, emas, batu kapur (gamping), andesit, granit, marmer dan batu-bara. Produksi Perikanan Darat (Budidaya kolam): 232,2 ton; Jumlah produksi Perikanan Laut: 12.457 ton. 

Nias Utara adalah satu - satunya daerah kabupaten yang memilki objek wisata  berupa  danau di wilayah pulau nias yaitu Danau Megötö. Selain itu kabupaten ini juga terkenal dengan objek wisata Pantai pasir berbisik (Gawu Sifakiki) yang terletak di desa Sifahandro, kecamatan Sawo. Selain itu, di terdapat juga objek wisata Air Terjun Luaha Ndroi yang berlokasi di desa Fulolo, Kecamatan Alasa.

Pilkada Kabupaten Nias Utara sendiri pada tahun 2020 ini diikuti oleh dua pasangan calon yakni pasangan Marselinus Ingati Nazara, A.Md – Ir. Otorius Harefa, dan Amizaro Waruwu, S.Pd – Yusman Zega, A.PI, M.Si,. Dipastikan sebanyak kurang lebih 89.478 DPT, sedangkan jumlah TPS sendiri diperkirakan mencapai 276 TPS yang tersebar di 11 Kecamatan. Tertanggal 31 Desember 2019 dalam situs elhkpn.kpk.go.id, Marselinus Ingati Nazara yang merupakan Bupati petahana diketahui bahwa melaporkan harta kekayaannya sejumlah  Rp.5.895.239.277.