UKM sendiri berkontribusi sebesar 61,07 persen dari total produk domestik bruto (PDB) dan diperkirakan berkontribusi sebesar 14,37 persen dari total ekspor nonmigas nasional

Di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global serta kondisi pandemi COVID-19, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) diharapkan dapat memanfaatkan peluang-peluang yang ada. Di antaranya, dengan memanfaatkan momentum bergeraknya kembali roda perekonomian di dalam negeri serta pulihnya perekonomian di beberapa negara tujuan ekspor Indonesia. Pemanfaatan peluang ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam seminar web (webinar) ‘UKM Sukses Ekspor’ yang diselenggarakan Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (Kopitu) hari ini, Rabu (21/10). Webinar ini diikuti sekitar 300 pelaku dan turut hadir sebagai narasumber diantaranya Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Djoko Retnadi, Direktur Utama Sarinah Fetty Kwartati, dan Ketua Umum Kopitu Yoyok Pitoyo.

“Para pelaku UKM Indonesia yang berjumlah sekitar 64 juta harus memanfaatkan setiap peluang yang ada secara maksimal. Hal ini mengingat UKM sendiri berkontribusi sebesar 61,07 persen dari total produk domestik bruto (PDB) dan diperkirakan berkontribusi sebesar 14,37 persen dari total ekspor nonmigas nasional,” ujar Mendag.

Dalam upaya pengembangan ekspor, ada berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UKM, diantaranya meliputi keterbatasan kapasitas produksi, modal, dan sumber daya manusia; keterbatasan pemenuhan sertifikasi standar; serta keterbatasan dalam kemampuan memasarkan produknya.

“Tantangan-tantangan tersebut dapat dihadapi dengan strategi dan kebijakan yang tepat. Kemendag telah menggiatkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan ekspor, termasuk di masa pandemi ini,” imbuh Mendag.

Beberapa langkah tersebut, antara lain memaksimalkan keberadaan perwakilan perdagangan di luar negeri; penguatan daya saing UKM; mendorong pemberian fasilitasi para pelaku ekspor, khususnya UKM ekspor untuk mengikuti kegiatan promosi virtual; menjajaki peluang bisnis maupun one on one meeting antara eksportir dengan buyer di luar negeri secara virtual; mendorong pelaku usaha ekspor memanfaatkan akses pasar ke negara mitra FTA; serta memberikan stimulus pembiayaan untuk meningkatkan ekspor dan perdagangan dengan membantu pelaku ekspor yang terdampak COVID-19.

Mendag menjelaskan, Kemendag memiliki program pendampingan kepada UKM melalui Export Coaching Program yang pada 2015—2019, telah menghasilkan 148 eksportir baru. Pada 2019, para eksportir baru ini telah menghasilkan total transaksi sebesar USD 19,884 juta. Tahun ini, walau dalam masa pandemi, telah lahir 14 eksportir, dimana mereka berhasil menghasilkan total transaksi sebesar USD 590,74 ribu.

Sedangkan, dalam upaya memanfaatkan akses pasar yang telah terbuka ke negara lain melalui perjanjian Free Trade Agreement (FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), Kemendag telah menyediakan FTA Center yang dapat dimanfaatkan para pelaku UKM. Mendag mengharapkan, kegiatan webinar ini akan menjadi inspirasi bagi para pelaku UKM untuk menjadi pelaku usaha yang tangguh dan menjadi UKM yang sukses ekspor sehingga dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami selalu yakin dan optimis dalam memandang masa depan Indonesia. Mari kita saling bergotong royong menjaga roda perdagangan agar tetap bergerak di tengah pandemi COVID-19,” pungkas Mendag.