Jumlah produksi perikanan tangkap 6.525.385 kg dengan nilai total mencapai sekitar 123 miliar Rupiah

Guna meningkatkan produksi kelautan dan perikanan di Provinsi Maluku Utara, Kemenko Marves melakukan kunjungan ke beberapa pelabuhan di sana. Kunjungan ini dipimpin oleh Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Kemenko Marves Dedy Miharja.

“Dalam rangka peningkatan kapasitas dan stabilitas sistem produksi, pemasaran, serta penguatan konektivitas antara sentra produksi hulu hingga hilir dan peningkatan efisiensi manajemen rantai pasokan produk kelautan dan perikanan, kemarin kita telah melakukan peninjauan lapangan ke beberapa pelabuhan perikanan di Provinsi Maluku Utara,” kata Asdep Dedy, Rabu (21-10-2020).

Adapun lokasi pelabuhan tersebut, Asdep Dedy menjelaskan yakni Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan (PPP Bacan) dan Pelabuhan Pendaratan Ikan PT Perinus. Selain melakukan kunjungan ke pelabuhan, dilaksanakan juga rapat koordinasi di kota Ternate, kunjungan ke PPN Ternate, kunjungan ke PP Weda hingga pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara.

“Adapun hasil kunjungan ini antara lain seperti di PPP Bacan diketahui jumlah produksi perikanan tangkap 6.525.385 kg dengan nilai total mencapai sekitar 123 miliar Rupiah dan di sepanjang tahun 2020 hingga bulan September, jumlah produksi perikanan berkisar antara 100 hingga 500 ton per bulannya dengan komoditas cakalang, baby tuna, tuna, deho, layang, ikan dasar dan udang vaname,” jelasnya.

Lalu dalam pertemuan dengan Gubernur, dimaksudkan untuk memperkenalkan program 1 Juta Nelayan Berdaulat yang dicanangkan oleh Menko Marves (Luhut B. Pandjaitan) di tahun 2019. Oleh Gubernur siap mendukung program ini dan menjadikan Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai pilot project. Sebagai langkah untuk menguatkan program ini, maka Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara perlu memastikan peraturan daearah terkait retribusi pelelangan ikan di dua kabupaten tersebut.

“Oleh sebab itu, menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut direncanakan beberapa point lanjutan seperti rapat koordinasi (rakor) lanjutan dengan KKP, Kemenhub, BUMN (PT Perinus dan PT Pelni), dan operator swasta Tol Laut terkait kendala yang ditemui selama kunjungan di Provinsi Maluku Utara, kemudian mendorong Pemda Maluku Utara beserta K/L untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan disamping produk Kelautan dan Perikanan yang berkesinambungan dan berdaya saing,” ujarnya.

Selain itu, melakukan koordinasi dengan KKP, dan Pemda Maluku Utara dan Halmahera Tengah terkait rehabilitasi dan peningkatan fungsi fasilitas kepelabuhan PPN Ternate, PPP Panamboang Bacan, dan PP Weda, serta menindaklanjuti komitmen PT. Perinus sebagai pengumpul produk KP dengan bantuan pendanaan dari BNI.

“Semoga semua ini berjalan dengan lancar dan baik sesuai dengan harapan kita dalam meningkatkan produksi kelautan dan perikanan di Maluku Utara,” pungkas Asdep Dedy.