Pilkada Kabupaten Mahakam Ulu 2020 diikuti oleh 26.544 pemilih yang akan memberikan suara melalui 84 TPS

Sebutan Mahakam Ulu sebagai sebuah konstruksi sosial yang sedang diperjuangkan, memiliki akar sejarah panjang. Muncul pertama kali dalam kaitan penataan wilayah administratif oleh Hindia Belanda terhadap Kesultanan Kutai, yaitu menyusul berlakunya Decentralisatie Wet 1903, maka pada 1905 dalam Kesultanan Kutai dibentuk dua wilayah administratif yaitu Hulu Mahakam dengan pusat pemerintahan di Long Iram, dan daerah Vierkante Pall dengan pusat pemerintahan di Samarinda.

Pada tahun 1930, wilayah Kesultanan Kutai dipecah lagi menjadi 4 Onderafdeeling, yakni Zuid Kutai berkedudukan di Balikpapan, Oost Kutai berkedudukan di Samarinda, West Kutai berkedudukan di Tenggarong dan Boven Mahakam berkedudukan di Long Iram. Era kemerdekaan pada tahun 1946, wilayah Kesultanan Kutai dibagi dalam 2 Kepatihan yaitu Kutai Barat dan Kutai Tengah. Saat berlaku UU 27/1959, Kutai ditata ke dalam 3 Dati II, yakni Kotapraja Balikpapan, Dati II Kutai, dan Kotapraja Samarinda. Era reformasi, saat berlaku UU 22/1999, kabupaten Dati II Kutai Kartanegara dimekarkan jadi 4 wilayah administratif yaitu kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kota Bontang. Wilayah eks-Onderafdeeling Boven Mahakam menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kutai Barat. Wilayah eks-Onderafdeeling Boven Mahakam yang sempat terbagi dalam 2 kecamatan, yaitu Long Iram dan Long Pahangai, belakangan dimekarkan menjadi 5 kecamatan yaitu Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari

Kabupaten Mahakam Ulu adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Mahakam Ulu merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat yang disahkan dalam sidang paripurna DPR RI pada 14 Desember 2012 di gedung DPR RI tentang Rancangan UU Daerah Otonomi Baru (DOB). Kabupaten Mahakam Ulu adalah kabupaten baru hasil dari pemekaran wilayah Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2013. Kabupaten ini memiliki luas 15.315 Km2 dan penduduk mencapai 45.057 jiwa yang tersebar di lima kecamatan dan lima puluh desa. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Malinau dan Negara Serawak (Malaysia Timur) di sebelah Utara, Kabupaten Kutai Kertanegara di sebelah Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Provinsi Kalimantan Tengah di sebelah Selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat di sebelah Barat. Penduduk kabupaten Mahakam Ulu pada tahun 2019 berjumlah 30.321 jiwa

Kondisi geografis Kabupaten Mahakam Ulu didominasi oleh hamparan hutan hujan tropis.  Luas hutannya mencapai  2.413.322 Ha atau sekitar 72% dari keseluruhan luas Kabupaten Mahakam Ulu. Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kawasan Hulu dari Sungai Mahakam, sungai dengan panjang  920 KM dan terpanjang di Provinsi Kalimantan Timur. Sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan bermuara di Selat Makassar. Sungai Mahakam merupakan sumber penghidupan bagi penduduk—terutama nelayan dan petani—sebagai sumber air, dan prasarana transportasi.

Sebagai kabupaten baru, Mahakam Ulu belum mempunyai sarana dan prasarana publik yang baik. Menurut Kalimatan Timur dalam Angka jumlah pegawai negeri sipil di kabupaten ini hanya 742 orang—paling sedikit di Kalimantan Timur. Hal tersebut diperparah dengan sulitnya akses yang menghubungkan daerah-daerah di Mahakam Ulu. Akses utama hanya mengandalkan transportasi air dengan biaya yang sangat mahal. Situasi yang paling pelik terjadi di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang merupakan bagian ujung dari Mahakam Ulu. Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai berada di ketinggian lebih dari 1.200 mdpl dengan mayoritas kontur permukaan tanah berbukit atau bergelombang dengan kemiringan 0-60%. Di dua kecamatan tersebut belum didukung dengan infrastruktur jalan yang memadai serta keterbatasan sumber elektrifikasi yang disediakan oleh PLN. Hal tersebut mengakibatkan tingginya pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti elektrifikasi dan transportasi. 

Padahal, mayoritas penduduk di kedua kecamatan tersebut menggantungkan hidupnya dari bertani ladang dan mengandalkan hasil hutan bukan kayu sebagai mata pencaharian utama. Semakin tingginya pengeluaran keluarga, memaksa masyarakat melakukan perambahan hutan (illegal logging), dan melakukan pendulangan emas ilegal di wilayah hulu sungai Mahakam. Hal tersebut dilakukan karena potensi pertanian dan lading belum dikelola secara maksimal. Dengan situasi tersebut, Kabupaten Mahakam Ulu, khususnya Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai mempunyai tantangan besar dalam mengelola sumber daya alamnya secara berkelanjutan. Ancaman terdekat adalah pembukaan lahan berhutan di kawasan hulu sungai untuk keperluan tambang, perkebunan sawit dan perambahan hutan serta konversi lahan bagi praktik-praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Hal tersebut nantinya akan menyebabkan hilangnya jasa lingkungan dan rusaknya ekosistem DAS dan hutan dalam jangka panjang.

Pada lapangan usaha jasa keuangan, dalam lima tahun mengalami pertumbuhan fluktuatif, yakni tahun 2015 tumbuh 10,7 persen, namun tahun 2016 mengalami kontraksi dengan pertumbuhan 8,56 persen, tahun 2017 mengalami peningkatan signifikan hingga tumbuh 17,52 persen, 2018 turun tapi masih tinggi yang tercatat 15,14 persen, dan 2019 tumbuh 13,15 persen. Lapangan usaha posisi kedua yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi Mahakam Hulu dalam lima tahun terakhir adalah pengadaan listrik dan gas, yakni tahun 2015 tumbuh 38,43 persen, 2016 tumbuh 9,86 persen, 2017 tumbuh 14,28 persen, 2018 tumbuh 9,58 persen, dan pada 2019 mengalami pertumbuhan 11,74 persen. Sedangkan, lapangan usaha yang memberikan andil kecil tahun 2019 adalah industri pengolahan dengan andil 2,38 persen, pertambangan dan penggalian yang menyumbang 3,95 persen, serta lapangan usaha pertanian dengan andil 4,97 persen. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu), menetapkan pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah atau calon bupati dan calon wakil bupati yang akan maju pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang. ada dua bapaslon itu lolos dan resmi ditetapkan sebagai paslon, yaitu pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bonifasius Belawan Geh-Yohanes Avun (Boni-Avun) yang diusung oleh  Gerindra, PKB, Demokrat dan Golkar, serta pasangan Juan Jenau-Indra Jaya (Juara) yang diusung oleh PDI-Perjuangan. Dari total DPT Mahulu sebanyak 26.544, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 14.306, dan pemilih perempuan sebanyak 12.238. untuk 84 TPS tersebar di 5 kecamatan se-Mahulu.