Pilkada Kabupaten Kutai Kartanegara 2020 diikuti oleh

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota berada di Kecamatan Tenggarong. Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki luas wilayah 27.263,10 km² dan luas perairan sekitar 4.097 km² yang dibagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 225 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 626.286 jiwa (sensus 2010) dan pada tahun 2019 bertambah menjadi 696.784 jiwa.Sebagian dari wilayah kabupaten ini ditambah sebagian wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara akan dijadikan lokasi ibu kota baru Indonesia, yakni kecamatan Samboja dan kecamatan Sepaku Semoi di kabupaten Penajam Paser Utara. 

Secara geografis Kabupaten Kutai Kartanegara terletak antara 115°26'28" BT - 117°36'43" BT dan 1°28'21" LU - 1°08'06" LS. Secara administratif, Kabupaten Kutai dibagi dalam 18 wilayah kecamatan dan 182 desa (kelurahan). Dengan pertumbuhan penduduk 4,13% per tahun, penduduk Kabupaten Kutai tahun 1999 mencapai 481.179 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 17,6 jiwa/km².

Topografi wilayah sebagian besar terletak pada ketinggian 0-500 m dpl didominasi oleh daerah dengan kemiringan dibawah 40%, yaitu di wilayah Pantai dan Daerah Aliran Sungai Mahakam, sedangkan di bagian perbatasan sebelah utara terletak pada ketinggian lebih dari 500 m dpl merupakan kawasan bergelombang sampai berbukit dengan tingkat kelerengan lebih dari
40%.

Di Kabupaten Kutai terdapat ± 34 buah sungai yang memiliki fungsi penting baik sebagai sumber air, potensi perikanan maupun sebagai prasarana transportasi. Beberapa sungai utama ada sunga Mahakam (920 Km), Belayan (229 Km) Sabintulung (132 Km). Di daerah ini juga terdapat 7 buah danau dengan luas keseluruhannya 29.000 ha. Danau-danau yang terpenting adalah Danau Melintang (11.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), Danau Tempesung (1.300 ha), Danau Siran (750 ha), Danau Wis (750 ha), Dana Perian (750 ha) dan Danau Murung (900 ha). Luas Rawa adalah 2.050 ha atau 7,51% dari luas wilayah Kabupaten Kutai dan tersebar di 16 Kecamatan.

Kawasan hutan di Kabupaten Kutai Pada saat ini terdiri dari kawasan budidaya kehutanan seluas 1.304.070,7 ha, Hutan Lindung 418.213,1 ha dan Hutan Konversi (non budidaya kehutanan) 900.835,9 ha.
Terdapat 23 Perusahaan Industri Pengolahan Kayu (IPK) dengan luas areal 180.050,19 ha dan produksinya 3.436.093,71 m³. Jumlah HPH sebanyak 17 buah dengan luas areal 946.703,5 ha dan telah berproduksi 20.676.690,99 m³, sedangkan areal HTI seluas 357.367,2 ha. Selain itu terdapat pula cagar alam Muara Kaman - Sedulang 62.000 ha, dan Hutan Raya Bukit Soeharto 73.850 ha. Flora Fauna yang terdapat di Kabupaten Kutai sebagian besar hutan ditumbuhi oleh berbagai pohon kayu yang bersifat ekonomis seperti Ulin, Kapur, Meranti, Tengkawang, Benuang dsb. Selain itu terdapat berbagai jenis pakis, Rotan, Bambu, Anggrek, dan beraneka ragam buah buahan.

Lahan Panen Pertanian Tanaman Pangan yang tersedia seluas 55.605 ha, yang meliputi 9.838 ha (17,69%) untuk tanaman Padi Ladang, 37.985 ha (68,31%) untuk tanaman Padi Sawah, 2.321 ha (4,17%) untuk tanaman Ubi Kayu, 703 ha (1,26%) untuk Ubi Jalar, 3.003 ha (5,40%) untuk Jagung, 807 ha (1,45%) untuk Kacang Tanah, 701 ha (1,26%) untuk Kacang Kedelai dan 247 ha (0,44%) untuk Kacang Hijau.

Luas Lahan untuk perkebunan di Kabupaten Kutai yang telah dimanfaatkan seluas 49.194 ha terdiri dari perkebunan rakyat seluas 30.170 ha, Perkebunan Besar Swasta seluas 17.165 ha dan Perkebunan Negara seluas 1.850 ha. Jenis komoditi yang telah dikembangkan antara lain, Karet 10.454 ha, Kelapa 10.424 ha, Kakao 4.379 ha, Lada 6.729 ha, Kopi 2.921 ha dan Kelapa Sawit 13.460 ha.

Pengembangan perikanan di Kabupaten Kutai meliputi areal seluas 94.228,15 ha, terdiri dari Danau 34.217 ha, Sungai 22.302,15 ha, Rawa 37.661 ha dan Waduk 48 ha. Areal yang telah dimanfaatkan sebesar 47.114,075 ha (40-50%). Potensi perikanan laut 2.529,3 ha, yang telah dimanfaatkan 484,5 ha (19,16%). Lahan potensial untuk dijadikan pertambakan seluas 4.523,2 ha dan baru diusahakan seluas 1.690,7 ha. Tingkat pertumbuhan rata-rata 20,50%.

Potensi lahan untuk peternakan seluas 55.000 ha, yang telah dimanfaatkan seluas 30.000 ha (54,55%). Populasi ternak yang telah dikembangkan yaitu: Sapi 8.462 ekor, Kerbau 4.196 ekor, Kambing (Domba) 21.101 ekor, Babi 8.534 ekor, Itik 111.492 ekor, Ayam Ras 268.701 ekor dan Ayam Buras 749.052 ekor. Tingkat pertumbuhan rata-rata 5,94%.

Potensi bahan tambang yang dimiliki antara lain: Minyak Bumi, Gas Alam, Emas, Batu Bara dan bahan galian lainnya, seperti Pasir Kwarsa, Kaolin, Deposit Besi, Gips, Kristal Kuarsa dan Batu Kapur, Batu Pasir dan Lempung. Potensi Bahan galian ini diperkirakan mencapai ratusan juta hektare.

Beberapa Industri Strategis yang terdapat di Kabupaten Kutai diantaranya, Industri Perminyakan, Gas Alam Cair (LNG), Industri yang mengolah hasil-hasil Kehutanan seperti Kayu Lapis, Sawmill, Pulp dan sebagainya. Disamping industri-industri besar, kelompok industri kecil juga telah menumbuhkan pertumbuhan yang cukup baik yang diiringi oleh penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak.

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam terutama minyak bumi dan gas alam (migas) serta batubara sehingga perekonomian Kutai Kartanegara masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian yang mencapai lebih dari 77%. Sektor pertanian dan kehutanan hanya memberikan konstribusi sekitar 11%, sedangkan sisanya disumbangkan dari sektor perdagangan dan hotel, yakni kurang lebih 3%, industri pengolahan sekitar 2,5%, bangunan 3%, keuangan 1% dan sektor lainnya sekitar 2%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Kartanegara pasca pemekaran wilayah berdasarkan perkembangan nilai PDRB pada tahun 2000 tumbuh sebesar 3,56% dengan migas dan 5,21% tanpa migas. Pada tahun 2001, laju pertumbuhan ekonomi meningkat sebesar 5,33%. Tahun 2002, laju pertumbuhan ekonomi Kutai Kartanegara sebesar 4,80% dengan migas dan 7,34% tanpa migas. Setelah itu mengalami penurunan pada tahun 2003, yakni sebesar 4,68% dengan migas dan 7,46% tanpa migas.

Pemilihan Bupati-Wakil Kutai Kartanegara (Pilbup Kukar) hanya akan diikuti satu pasangan calon. Tak ada penantang calon bupati-wakil bupati petahana meski KPU telah memperpanjang masa pendaftaran peserta pilkada. Dipastikan pasangan Edi Darmansyah dan Rendy Ismail yang diusung oleh semua parpol parlemen akan melawan kotak kosong. Jumlah DPT yang disahkan ialah 488.055 pemilih. Dengan perincian jumlah pemilih laki-laki 252.834 orang dan perempuan 235.221 orang. Disebutkan pula penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS0, dari 1.691 menjadi 1.695 TPS.