Pilkada Kabupaten Kutai Timur 2020 diikuti oleh 231.811 pemilih yang akan memberikan suara melalui 769 TPS

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, tentang Pemekaran wilayah Provinsi dan Kabupaten. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 Oktober 1999.Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kabupaten Kutai Timur dengan pusat pemerintahahan di Sangatta adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai pada 1999. Bersamaan pembentukan Kutai Timur, pada tahun yang sama juga terbentuk Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Nunukan, dan Kota Bontang yang juga merupakan hasil pemekaran dari kabupaten induknya: Kabupaten Kutai, yang kemudian bersalin nama menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kutai Timur terletak di wilayah garis khatulistiwa, memiliki luas wilayah 35.747 km2. Penduduknya saat ini (2017) tercatat 262.972 jiwa dengan kepadatan 7,1 jiwa/km2, tersebar di 135 desa/kelurahan yang ada di 18 kecamatan. Luasnya kabupaten memang tampak tak sebanding dengan jumlah penduduk. Apalagi sebaran penduduk juga tidak merata. Sangatta Utara merupakan kecamatan dengan penduduk terbanyak atau 25 persen dari total penduduk Kutai Timur, dan yang paling sedikit penduduknya adalah Kecamatan Long Mesangat, yakni 1,7 persen dari total penduduk atau 4.250 jiwa. Hal ini sangat dimaklumi, mengingat konsentrasi penduduk ada di wilayah industri dan perkebunan seperti Sangatta Utara dan Kongbeng.

PT. Kaltim Prima Coal adalah produsen batu bara terbesar di Kutai Timur. Perusahaan juga memperoleh area konsesi pertambangan seluas 84.938 ha di Sangatta, Benyamin, dan Rantau Pulung, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penambangan batu bara anak perusahaan Bumi Resources ini merupakan salah satu open pit mining terbesar di dunia. Setiap hari, kegiatan di tambang ini melibatkan sembilan ekskavator penggali tanah dan 76 truk pengeruk batu bara. Bongkahan tanah dan batu yang harus dipindahkan serta batu bara diangkut oleh 200 dump trucks. Kapasitas angkut setiap dump truck 290 ton. Total kendaraan alat berat di KPC sekitar 2.560 unit. Semua kendaraan berat ini dioperasikan para sopir Indonesia, di antaranya 25 penempuan. "Perempuan yang sudah menikah pun tetap dipercayakan untuk mengemudikan kendaraan selama mereka sehat bugar dan bersedia bekerja," kata koordinator pekerja di area tambang. Saat kondisi alam mendukung, tidak ada hujan, iringan dump truck tampak bergerak indah. Setiap dump truck mampu mengangkat 290 ton beban. Di samping harga dump truck sekitar US$ 2 juta, biaya perawatan juga mahal. Satu ban dump truck dengan tinggi 3,4 meter itu sekitar US$ 50.000. Satu dump truck menggunakan enam ban.

Sektor Perkebunan Kelapa Sawit sekarang menjadi primadona bagi masyarakat Kutim, terutama para petani yang berada di pedalaman. Perkebunan kelapa sawit berkembang seiring dengan pertumbuhan koperasi yang terus menunjukkan kemajuan. Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berasaskan kekeluargaan, tidak dapat dipandang remeh. Koperasi sebagai organisasi bisnis, dimiliki dan dioperasikan sekelompok orang demi kepentingan bersama. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim mengungkapkan, luas perkebunan kelapa sawit saat ini telah mencapai sekitar 303.000 hektare. Selebihnya adalah pola kebun kemitraan mandiri yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Kutai Timur. Untuk meningkatkan kemampuan petani yang terlibat pola kemitraan mandiri diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak. Berkat kerja sama itulah mampu dicapai peningkatan kesejahteraan bagi petani melalui koperasi. "Pola kemitraan mandiri memiliki peran yang positif meningkatkan kemampuan petani rakyat. Bahkan pada tahun ketiga, dapat dihasilkan TBS (Tandan Buah Segar, Red) sawit untuk satu hektare mencapai 27 ton dalam setahun. Identifikasi hasil fisik perkebunan di Kutim sangat luar biasa. Sedangkan jumlah perusahaan perkebunan mencapai 111 unit, dan yang aktif sekitar 97 unit. 

Perekonomian di Kabupaten Kutai Timur pada 2018 yang lalu dinilai mengalami peningkatan. Dilihat dari jumlah PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), peningkatan pertumbuhan ekonomi, dengan migas 1,96 persen, tanpa migas 1,90 persen serta tanpa migas dan batubara sebesar 2,93 persen yang di dalamnya terdapat sektor pertanian. Meskipun perekonomian di Kutai Timur di dominasi oleh sektor migas dan batu bara, sektor pertanian tetap memberikan peran yang sangat penting untuk kemajuan perekonomian daerah. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur (Kutim) telah menetapkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertanding dalam Pilkada Kutai Timur 2020.  Masyunadi-Kinsu (MaKin) mendapat nomor urut satu. Sementara Awang Ferdian Hidaya yang berpasangan dengan Uce Prasetyo (AFI-Uce) dapat nomor dua. Selanjutnya, Paslon Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang (ASKB) mendapat nomor urut tiga. Mahyunadi-Kinsu yang didukung Golkar, Nasdem, PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKB dengan 23 jumlah kursi. Selanjutnya, Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang yang diusung tiga partai politik, yakni PKS, Demokrat dan Berkarya dengan 8 jumlah kursi. Duet pasangan Awang Fedian Hidaya-Uce Prasetyo, didukung PPP dengan 9 jumlah kursi. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kutai Timur menetapkan  terdapat 769 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 141 desa/kelurahan. Dengan DPS sebanyak 231.811 yang terdiri dari 124.066 laki-laki dan 107.746 perempuan.